INI PENJELASAN REKTOR UNIPA SAAT MENEMUI  MAHASISWA YANG MELAKUKAN AKSI DEMONSTRASI DI TENGA DERASNYA HUJAN

Rektor Unipa Meky Sagrim dan Koordintor Lapangan Arnold L. Radongkir

Manokwari, ppid.unipa.ac.id (24/8), Mahasiswa yang bergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Peduli Demokrasi Kampus Universitas Papua (UNIPA) pada hari Senin (24/08) melakukan aksi Demonstrasi didepan pintu gerbang utama kampus unipa menuntut klarifikasi tentang pernyataan Rektor di media Radar Sorong dengan judul “Tidak Ada Tempat  Bicara Papua Merdeka” yang dimuat pada tanggal 18 Agustus lalu.

 

Rektor di dampingi oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan security kampus

Mahasiswa  mulai aksinya pada jam 07.20  bergerak dari beberapa titik disekitar kampus dengan membawa pamflet dengan berbagai tulisan. Dalam orasinya demonstran   yang dipimpin oleh korlap Arnold Radongkir dan Klemens Arus mengecam pernyataan rektor karena dianggap melanggar undang-undang no 9 Tahun 1998 tentang kebebasan menyampaikan pendapat dimuka umum. Aksi tersebut juga menuntut agar ruang demokrasi kampus dibuka seluas-luasnya  sesuai UU no 9 Tahun 1998. Mereka minta kepada rektor untuk menghadirkan media yang bersangkutan untuk menjelaskan kebenaran dari pernyataan tersebut demi menjaga nama baik kampus unipa dan nama baik rektor sebagai pimpinan Universitas dan seluruh pejuang demokrasi yang ada di tanah Papua. “banyak yang menjadi korban karena bicara Papua Merdeka, sampai hari ini negara belum punya niat untuk menyelesaikan berbagai bentuk pelanggaran HAM yang terjadi diatas tanah ini, siapa yang bisa mempertanggungjawabkan darah dan pengorbanan mereka?  Kata salah satu mahasiswa dalam orasinya”.

 

Pembacaan Pernyataan Sikap oleh Koordinator lapangan

Rektor Unipa Dr. Meky Sagrim, SP, M.Si, yang di damping oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik DR. Sepus, M. Fatem, S,Hut, M.Sc dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Keliopas Krey, S.Pd, M.Si,  ketika menemui mereka  ditenga derasnya hujan,  memberikan penjelasan tentang apa yang menjadi fokus utama dalam masa jabatannya sebagai  rektor dalam empat tahun kedepan. kemudian beliau melanjutkan,“Hari ini saya mau sampaikan kepada anak-anakku para mahasiswa bahwa apa yang ditulis di media,  yang menyebabkan kalian melakukan aksi demonstrasi ini adalah tidak benar, apa yang ditulis di media tidak sesuai dengan yang saya katakan waktu wawancara via telepon seluler itu, berita itu muncul secara sepihak, saya sudah ajukan keberatan atas berita tersebut kepada media yang menulis”, katanya.  “dan  satu hari  sesudahnya  mereka klarifikasi namun saya belum puas, karena  itu saya minta lagi untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan mereka (media Radar Sorong)  sudah menyempaikan permohonan maaf secara terbuka” kata Rektor.

Wakil Rektor I Dr. Sepus M. Fatem, S.Hut, M.Sc dan Wakil Rektor III Dr. Keliopas Krey, S.Pd, M.Si, saat berada di tenga para pendemo

Para mahasiswa juga memberikan apresiasi kepada rektor dan kedua Wakil Rektor (WR I dan II) selaku orang tua mereka yang  rela berdiri dibawa derasnya hujan demi  menemui dan mendengar tuntutan  mereka sekaligus memberikan klarifikasi  terkait pernyataan sepihak kepada mahasiswa.

Usai mendengarkan penjelasan,  mahasiswa yang bergabung dalam aksi Solidaritas Mahasiswa Peduli Demokrasi Kampus Unipa, menyerahkan pernyataan sikap   berisi 5 (lima) point kepada Rektor. pernyataan itu diserahkan  oleh Klemens Arus selaku Koordinator lapangan II, kemudian Wakil Rektor I Bidang Akademik memimpin doa untuk  mengakhiri seluruh rangkaian demonstrasi tersebut. Sebagai wujud  kebersamaan antara kampus dan mahasiswa rektor Meky Sagrim mengajak semua mahasiswa bersama-sama  makan di dua  warung makan siap saji  yang ada di sekitar kampus unipa(m/i)

~humas-unipa~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *