Manokwari, PapuaPapua Barat, www.unipa.ac.id. โ Rektor Universitas Papua (UNIPA) Prof. Hugo Warami, pada hari Kamis (12/2), didampingi oleh Kepala Lembaga Penelitian Prof. Fredy Pattiselano dan Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Dr. Yusuf W. Sawaki, menerima kunjungan dari Mark Hughes, pimpinan Royal Botanic Garden Edinburgh (RBGE) Inggris. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas kerjasama yang telah terputus antara kedua institusi serta merencanakan langkah-langkah kolaborasi di masa depan.

Setelah bertahun-tahun menjalin hubungan, RBGE dan UNIPA sepakat untuk mempromosikan dan menjaga kolaborasi dalam penelitian serta konservasi flora Tanah Papua (Papua Nugini). Keduanya berkomitmen untuk menjalankan kerjasama yang saling menguntungkan secara aktif.

Dalam upaya meningkatkan kolaborasi, RBGE dan UNIPA berfokus pada beberapa tujuan utama, yaitu mengumpulkan, mempelajari, dan melestarikan flora Papua. meningkatkan pengetahuan tentang flora Papua dan meningkatkan kapasitas koleksi dan penelitian di kedua institusi.
Salah satu hal menarik dari pertemuan ini adalah rencana untuk menerbitkan buku serta memberikan peluang pelatihan bagi staf UNIPA di RBGE.
Rektor UNIPA menyatakan keyakinannya bahwa kerjasama ini tidak hanya akan meningkatkan penelitian di bidang flora tetapi juga akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di UNIPA, sehingga setara dengan peneliti di belahan dunia lainnya.

Sebagai informasi, hubungan kerjasama antara Kew Herbarium dan Fakultas Pertanian Universitas Cenderawasih (sekarang UNIPA) telah berlangsung sejak tahun 1960-an. Kerajaan Inggris dan Belanda telah banyak berkontribusi dalam penelitian flora dan fauna di Tanah Papua. Saat ini, ribuan koleksi flora tersimpan di herbarium UNIPA, sebagian di Belanda, dan sebagian lainnya di Inggris. Kerjasama ini sempat terputus pada tahun 2002 akibat situasi politik di Indonesia yang tidak stabil.
Herbarium Manokwariense juga memainkan peran besar dalam melahirkan peneliti handal seperti Prof. OAP pertama Alm. Frans Wanggai, Prof. Charlie Heatubun, Alm. Prof. Jacob Manusawai, Prof. Rudy Maturbongs, dan guru besar lainnya yang ada di kampus UNIPA.
Kini, dengan kepemimpinan Mark Hughes di RBGE, kerjasama yang terhenti selama bertahun-tahun ini diharapkan dapat dilanjutkan. Pertemuan ini menunjukkan komitmen kedua pihak untuk kembali bekerja sama dalam mengembangkan penelitian dan konservasi di Tanah Papua.
Dengan harapan yang besar, UNIPA dan RBGE siap mengambil langkah konkret demi kelestarian flora Papua dan peningkatan kemampuan peneliti muda di masa depan.(m/i)
โIlmu Untuk Kemanusiaanโ


