MANOKWARI, 27 Juni 2026 – Suasana berbeda dan penuh keakraban terlihat di halaman Rektorat Universitas Papua (Unipa) pada Sabtu (27/6/2026) Sore. Halaman yang sehari-harinya menjadi pusat administrasi dan kegiatan akademik kampus ini, disulap menjadi arena “Pesta Durian” dalam rangka memeriahkan malam penutupan ajang nasional Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV. Sebanyak 1.000 buah durian disajikan di pelataran rektorat untuk dinikmati bersama oleh para peserta, ofisial, dewan juri, hingga panitia Pesparawi dari berbagai provinsi di Indonesia.

Kemeriahan di lingkungan kampus ini merupakan hasil kolaborasi dan inisiatif dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Papua Barat. Ketua PSMTI Papua Barat, Alexander Irsiandi, yang memimpin langsung pembagian durian di halaman Rektorat Unipa menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk dukungan penuh elemen masyarakat terhadap ajang nasional tersebut.
“Kami ingin ikut berpartisipasi menyukseskan Pesparawi. Karena itu kami menyiapkan sekitar 1.000 buah durian untuk peserta, ofisial, dewan juri, dan panitia pada malam penutupan,” ujar Alexander di sela-sela kemeriahan acara.
Sejalan dengan Semangat Pemberdayaan Kampus
Pesta durian di kampus kebanggaan masyarakat Papua Barat ini ternyata tidak sekadar ajang makan bersama. Ribuan durian yang didatangkan ke kampus seluruhnya dibeli dari para petani dan pedagang lokal Manokwari dengan harga pasar.
Hal ini sejalan dengan semangat Unipa dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Alexander menjelaskan, langkah ini sengaja diambil agar perhelatan Pesparawi mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata dari tingkat akar rumput, mulai dari petani, pemetik, pengepul, hingga pedagang durian.
“Yang kami pikirkan bukan hanya bagaimana memeriahkan penutupan, tetapi juga bagaimana masyarakat yang menjual durian ikut merasakan manfaat ekonomi dari Pesparawi,” tambahnya.
Tinggalkan Kesan Manis di Kampus Jingga
Pemilihan area Rektorat Unipa sebagai lokasi penutupan semakin menegaskan peran Universitas Papua sebagai kampus yang inklusif, menyambut baik keberagaman, dan siap mendukung penuh agenda-agenda berskala nasional yang diselenggarakan di Papua Barat.
Selain kehangatan menikmati durian bersama, malam penutupan di kampus ini juga diakhiri dengan indahnya pertunjukan kembang api yang menghiasi langit malam di atas gedung Rektorat.
Melalui kolaborasi dan kemeriahan ini, Unipa berharap seluruh kontingen dan tamu dari berbagai provinsi dapat membawa pulang kesan manis—semanis durian lokal yang disajikan—serta kenangan akan keramahan dan kehangatan dari kampus Universitas Papua.




