MANOKWARI โ Universitas Papua (UNIPA) kembali mencetak lulusan tingkat doktoral. Pada hari Selasa, 30 Juni 2026, Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan pada Program Pascasarjana UNIPA menggelar Sidang Ujian Terbuka Promosi Doktor atas nama promovendus Absalom Solossa, S.Pi., M.M.
Sidang ujian terbuka yang berlangsung di Aula Program Pascasarjana ini dipimpin langsung oleh Rektor UNIPA, Prof. Dr. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum. Bertindak sebagai ketua sidang sekaligus Promotor adalah Dr. Ir. Selvi Tebay, S.Pi., M.Si., didampingi oleh Prof. Dr. Abdul Hamid A. Toha, S.Pi., M.Si. sebagai Kopromotor I dan Dr. Yohanike Kaber, S.Si., M.Si. sebagai Kopromotor II. Dewan penguji yang hadir menguji disertasi ini meliputi Prof. Dr. Robert K.R. Hamar, S.H., M.Hum., M.M., CLA, Dr. Ir. Elvira K. Suawa, M.Sc.Agr., dan Dr. Aplena E.S. Bles, S.P., M.Sc.

Dalam sidang tersebut, Absalom Solossa berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Pengelolaan Ekowisata Bahari Berbasis Komunitas di Raja Ampat Papua Barat Daya”. Penelitian ini mengangkat sebuah kebaruan (novelty) dengan menyajikan model pengelolaan wisata oleh masyarakat adat Raja Ampat yang berbasis marga atau klen. Model komprehensif ini menggabungkan berbagai dimensi, mulai dari kualitas ekosistem bahari, daya dukung wisata, dinamika jumlah wisatawan dan homestay, hingga kapasitas SDM lokal dan laju regenerasi ekosistem.
Saat menjawab pertanyaan dari dewan penguji, Absalom dengan tegas merekomendasikan “Skenario Konservasi Kuat” sebagai pendekatan terbaik untuk Raja Ampat. “Alasan saya memilih skenario konservasi kuat karena wisata bahari berbasis komunitas bukan hanya mengejar peningkatan pendapatan atau penerimaan semata, tetapi juga menjaga keberlangsungan ekosistem, kualitas ekosistem, dan daya dukung,” jelasnya di hadapan para penguji.
Berdasarkan kesepakatan dewan penguji, Rektor UNIPA Prof. Hugo Warami mengumumkan bahwa Absalom Solossa dinyatakan lulus dengan nilai 86. Sangat membanggakan, gelar doktor ini berhasil diraihnya dalam kurun waktu yang terbilang singkat, yakni sekitar 2 tahun 10 bulan, dan ia dijadwalkan akan mengikuti prosesi wisuda pada bulan Agustus 2026 mendatang.

Dr. Ir. Selvi Tebay selaku Promotor memberikan apresiasi yang luar biasa atas pencapaian ini. Ia memuji komunikasi intensif dan kerendahan hati yang ditunjukkan oleh Dr. Absalom selama masa bimbingan, meskipun ia memegang jabatan penting sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat Daya. “Ini menunjukkan bahwa tidak ada batas sebenarnya antara kepala dinas sekalipun, kalau dia menjadi mahasiswa maka komunikasi itu menjadi penting. Ini hal yang positif dari beliau,” ungkap Dr. Selvi Tebay.
Dalam sambutan perdananya sebagai seorang doktor, Dr. Absalom Solossa mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya dapat menempuh pendidikan di UNIPA. Ia mengagumi moto UNIPA yakni “Ilmu untuk Kemanusiaan”. “Saya berkomitmen ilmu yang saya terima di S3 di UNIPA harus berdampak kepada masyarakat di seluruh Tanah Papua dan Indonesia,” tuturnya penuh semangat. Ia juga menyatakan komitmennya untuk berkolaborasi dengan para akademisi UNIPA guna mengadopsi model ekowisatanya agar dapat diterapkan di Danau Ayamaru, Kabupaten Maybrat, sesuai tantangan yang diberikan oleh Rektor UNIPA.
Turut hadir memberikan sambutan mewakili Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Bapak Joyce Kambu, yang menyampaikan rasa bangga atas lahirnya doktor baru lulusan UNIPA. Pihaknya berharap agar model ekowisata berbasis komunitas yang dihasilkan melalui riset ini dapat segera diimplementasikan dalam arah program dan kebijakan pengembangan pariwisata di Raja Ampat maupun di kabupaten-kabupaten lainnya di Provinsi Papua Barat Daya.




