MANOKWARI โ Rektor Universitas Papua, Prof. Dr. Hugo Warami, M.Hum., menyambut gembira keluarnya izin operasional pembukaan Program Studi (Prodi) S2 Magister Perencanaan Wilayah. Pengesahan program pascasarjana tersebut didasarkan pada Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 712/B/O/2026 yang diterbitkan pada 20 Juli 2026, dan langkah ini secara resmi ditandai dengan dimulainya proses penerimaan mahasiswa baru.
Izin pembukaan prodi ini diberikan setelah Unipa dinyatakan memenuhi persyaratan minimum akreditasi oleh kementerian terkait. Kehadiran Magister Perencanaan Wilayah ini diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan pakar pembangunan di tanah Papua.
Berbeda dengan program serupa di universitas lain, S2 Perencanaan Wilayah Unipa memiliki keunikan yang bertumpu pada kekhasan wilayah Papua. Kurikulum didesain secara khusus untuk mengintegrasikan ilmu perencanaan dengan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, serta nilai-nilai lokal masyarakat adat Papua. Visi keilmuannya berfokus pada keanekaragaman hayati, kearifan lokal, dan potensi sumber daya alam yang dikelola secara berkelanjutan.
Pendaftaran Singkat Dibuka Hingga 31 Juli 2026
Menyusul terbitnya SK Izin Pembukaan Program Studi tersebut, Universitas Papua langsung membuka keran penerimaan mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2026/2027. Berdasarkan brosur sosialisasi resmi, pendaftaran berlangsung dalam waktu yang cukup singkat, yakni mulai tanggal 24 hingga 31 Juli 2026.
Bagi calon mahasiswa yang berminat, pengambilan formulir pendaftaran dapat dilakukan langsung di Sekretariat Gedung Program Pascasarjana Universitas Papua, yang berlokasi di Jl. Gunung Salju Amban, Manokwari, Papua Barat. Calon pendaftar diwajibkan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 650.000,- pada saat mengembalikan formulir.
Rincian Biaya dan Kurikulum
Pihak universitas juga telah merilis estimasi biaya pendidikan untuk program S2 ini. Pada semester pertama, mahasiswa akan dikenakan biaya total sebesar Rp 8.400.000,- yang meliputi Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sebesar Rp 7.500.000,-, biaya registrasi Rp 500.000,-, serta iuran lainnya seperti asuransi, perpustakaan, Unipa-Net, buku peraturan akademik, dan KTM. Untuk semester berikutnya, total biaya turun menjadi Rp 8.150.000,-.
Prodi ini menerapkan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dengan total beban studi mencapai 38 SKS yang dirancang untuk diselesaikan dalam empat semester. Lulusan prodi ini diproyeksikan untuk menjadi Perencana Wilayah, Konsultan, dan Peneliti handal yang mampu merencanakan, mengelola, serta mengembangkan wilayah dengan mempertimbangkan mitigasi bencana, adaptasi perubahan iklim, dan resolusi konflik berbasis adat di Papua.
Masyarakat, akademisi, maupun praktisi pemerintahan yang ingin berkontribusi lebih dalam pembangunan tata ruang dan wilayah diimbau untuk segera mendaftar sebelum batas waktu ditutup. Untuk informasi lebih lanjut, pendaftar dapat menghubungi narahubung resmi pascasarjana Unipa.




