WAKIL REKTOR III UNIPA BUKA RESMI PEKSIMIDA PAPUA BARAT 2026, TARGETKAN DELEGASI TERBAIK KE NASIONAL

MANOKWARI, Papua Barat. www.unipa.ac.id  — Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Papua (UNIPA), Dr. Simson Werimon, S.E., M.Si., secara resmi membuka pelaksanaan Audisi Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Papua Barat Tahun 2026. Ajang seleksi bergengsi ini diselenggarakan di kampus Universitas Caritas Indonesia Manokwari (Uncri) pada Senin (3/8).

Pelaksanaan audisi ini bertujuan untuk menjaring talenta-talenta seni mahasiswa terbaik yang diproyeksikan mewakili Provinsi Papua Barat pada ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVIII di Universitas Jember pada September mendatang.

Berdasarkan laporan ketua panitia, audisi tahun ini mempertandingkan sejumlah cabang seni, di antaranya  Baca puisi, Lomba menyanyi lagu pop, Fotografi, Seni lukis dan  Penulisan cerpen

Rektor UNCRI sekaligus Ketua BPSMI Papua Barat, Prof. Dr. Roberth K. Hammar, S.H., M.Hum., dalam sambutannya menyoroti pentingnya konsistensi penyelenggaraan kegiatan tahunan ini di tengah berbagai keterbatasan. Ia mengungkapkan bahwa partisipasi peserta dari tahun ke tahun mengalami tren penurunan akibat minimnya dukungan finansial dari pemerintah dalam memfasilitasi pembinaan talenta muda kampus.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian yang lebih serius agar wadah pengembangan potensi seni dan budaya mahasiswa ini dapat terus berjalan secara optimal.

Sementara itu, Dr. Simson Werimon menegaskan bahwa ajang Peksimida bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan instrumen strategis dalam membangun karakter dan prestasi mahasiswa.

Mengusung tema “PEKSIMIDA Bergerak, Seni Berdampak”, ajang ini diharapkan mampu memotivasi mahasiswa untuk menghasilkan karya seni yang dinamis, inspiratif, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Peksimida 2026 menjadi tahapan seleksi krusial untuk menyaring duta seni Papua Barat yang akan bertanding di Universitas Jember pada 8–12 September 2026. Para peserta yang lolos seleksi nantinya akan mendapatkan pembinaan lanjutan agar mampu bersaing secara kompetitif di tingkat nasional.

Menutup arahannya, Dr. Simson berpesan agar para peserta menampilkan karya yang orisinal dan mencerminkan identitas budaya Papua Barat. Ia optimis bahwa proses seleksi yang kredibel ini akan melahirkan delegasi yang mampu membanggakan daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan seni budaya Papua Barat ke kancah nasional. (m/i)

”Ilmu Untuk Kemanusiaan”