MANOKWARI, Papua Barat. www.unipa.ac.id โ Rektor Universitas Papua (UNIPA), Prof. Dr. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum., menegaskan bahwa transformasi status kelembagaan UNIPA dari Satuan Kerja (Satker) menuju Badan Layanan Umum (BLU) merupakan sebuah keharusan yang mendesak (urgen). Percepatan ini diperlukan guna mendukung fleksibilitas pengelolaan keuangan dan efisiensi birokrasi, khususnya dalam memperluas jejaring kerja sama pembangunan di Tanah Papua.
Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Hugo saat memberikan sambutan resmi pada pembukaan acara Sosialisasi Penyusunan Perencanaan Anggaran Tahun 2027 yang berlangsung di Aula Pascasarjana UNIPA, Manokwari, Selasa (3/8).

Dalam paparannya, Rektor menjelaskan bahwa proses transisi status hukum UNIPA saat ini telah menunjukkan perkembangan signifikan dan berada di tahap akhir.
“Proses peralihan dari Satker ke BLU saat ini sudah berada di ujung pencapaian, yakni tahap revisi akhir. Langkah selanjutnya, tim BLU UNIPA bersiap melakukan presentasi di hadapan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Dirjen PK BLU) Kementerian Keuangan guna mendapatkan pertimbangan resmi,” ungkap Prof. Hugo di hadapan para pimpinan fakultas, birokrat kampus, dan perencana anggaran.
Urgensi perubahan status ini, menurut Rektor, didasari oleh kebutuhan riil di lapangan. Saat ini, UNIPA tengah aktif menjajaki dan merealisasikan kerja sama strategis dengan 3 pemerintah provinsi serta 10 pemerintah kabupaten/kota di wilayah Tanah Papua.

Namun, dengan status eksisting sebagai instansi Satker, pengelolaan dana yang bersumber dari pihak eksternal dinilai kurang efisien. Alur birokrasi penerimaan dana hibah maupun kerja sama daerah seringkali memakan waktu panjang karena terikat kewajiban revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) secara berkala. Melalui status BLU, UNIPA nantinya memiliki fleksibilitas pengelolaan keuangan yang lebih mandiri, transparan, dan akuntabel untuk mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Menutup sambutannya, Prof. Hugo memberikan penekanan dan teguran konstruktif terkait pentingnya tertib administrasi dalam pelaporan keuangan internal. Ia mengingatkan seluruh unit kerja di lingkungan UNIPA agar senantiasa disiplin dan teliti dalam pengelolaan anggaran guna meminimalisir celah temuan oleh lembaga pemeriksa.
Langkah pembenahan tata kelola keuangan ini sejalan dengan visi besar universitas untuk terus menjaga kredibilitas institusi sebagai perguruan tinggi negeri terkemuka di tanah Papua yang memegang teguh motto unipa โIlmu Untuk Kemanusiaanโ (m/i)



