SENTUHAN EMBUN DI UJUNG PENGABDIAN: EUPHORIA KELULUSAN KELAS BINTUNI DI KAMPUS TERCINTA UNIPA

Manokwari, Papua Barat, www.unipa.ac.id Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Papua (FEB UNIPA) baru saja menorehkan tinta emas dalam lembaran sejarah akademiknya melalui prosesi pelepasan 155 calon wisudawan di Aula Utama UNIPA. Dari total lulusan tersebut, gelora kebahagiaan tampak begitu membara, terutama tatkala derap langkah para ksatria akademik dari Kelas Kerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Bintuni berdiri tegak merayakan buah dari ketekunan panjang mereka.

Di balik kemegahan seremoni yang dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, perwakilan pemerintah daerah, serta para stakeholder, sebuah refleksi jiwa yang mendalam disuarakan oleh Masjuni Kutanggas, yang mewakili alumni lulusan FEB. Suasana menjadi begitu syahdu ketika sang perwakilan membuka pesannya dengan merangkai kata-kata yang menyentuh hati.

“Hari ini bukan sekadar hari kelulusan. Hari ini adalah hari bukti, hari perjuangan, hari doa yang dijawab, dan hari di mana air mata lelah serta rindu yang ditahan akhirnya membuahkan hasil yang begitu memuaskan.”

Pesan dan kesan tersebut membawa setiap yang hadir mengingat kembali lorong-lorong perjuangan yang tidak mudah. Ada malam-malam panjang yang dihabiskan di bawah cahaya lampu demi merajut lembar-lembar skripsi, ada rindu keluarga yang terpaksa dijeda, dan ada pengorbanan sunyi yang terbayar lunas oleh sebuah gelar Sarjana maupun Magister Ekonomi.

Lebih dari sekadar selembar ijazah, sang perwakilan alumni mengibaratkan ilmu yang diperoleh sebagai tetesan embun pagi di atas daun kehidupan yang tak boleh dibiarkan menguap, melainkan harus mengalir deras menjadi mata air pelayanan bagi sesama. Gelar akademik dipandang bukanlah mahkota kebanggaan semata, melainkan sebuah pelita suci untuk menerangi ruang-ruang pengabdian di Tanah Sisar Matiti.

Berpijak pada filosofi pembangunan SERASI (Sehat, Energi, Religius, dan Andal), para lulusan Kelas Bintuni diikrarkan untuk menjadi fajar baru dalam birokrasi pemerintahan. Mereka diajak untuk melangkah dengan denyut nadi kerendahan hati, melayani masyarakat bagaikan mentari yang memeluk bumi tanpa pamrih, serta membawa inovasi nyata bagi kemajuan Kabupaten Teluk Bintuni.

Menutup refleksi yang penuh makna puitis tersebut, sebuah harapan besar disematkan agar kemitraan strategis antara UNIPA dan Pemda Teluk Bintuni terus dirawat dan dipeluk erat demi masa depan generasi muda Papua. Rangkaian acara pelepasan ini pun ditutup dengan sambutan penuh semangat dari Prof.Dr. Ir. Jonni Marwa S.Shut, M.Si, IPU selaku wakil rektor bidang akademik yang mewakili rektor unipa.  “Kita berada di Timur Indonesia, tapi kita harus bercahaya untuk Indonesia. Mari kita bersaing secara kompetitif dan berkontribusi nyata bagi percepatan pembangunan Papua (m/i)

โ€Ilmu Untuk Kemanusiaanโ€