MANOKWARI, Papua Barat. www.unipa.ac.id โ Universitas Papua (Unipa) resmi mengukuhkan 641 lulusan dari jenjang Diploma, Sarjana, Magister, hingga Doktor pada upacara wisuda yang digelar di Manokwari, Rabu (12/8/2026). Momentum bersejarah ini makin berkesan dengan pengukuhan satu Profesor baru serta penegasan komitmen Unipa sebagai benteng pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dari Indonesia Timur.
Wisuda kali ini meluluskan 55 orang lulusan Diploma, 529 orang Sarjana, 52 orang Magister, dan 5 orang Doktor yang berasal dari 12 fakultas. Dengan pengukuhan ini, Unipa secara keseluruhan telah melahirkan 16.440 alumni yang tersebar dan berkarya di berbagai penjuru nusantara.

Dalam pidato sambutannya, Rektor Unipa Prof. Dr. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum., menegaskan peran strategis institusi yang dipimpinnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di Tanah Papua.
“Dengan jumlah lulusan ini, Unipa bertekad untuk melayani, membaktikan diri, dan membangun SDM dari Timur Indonesia sebagai ‘Mutiara Hitam’ ke arah perubahan dan kemajuan. Kami memaksimalkan keunikan Unipa sebagai perguruan tinggi yang bermutu, bermartabat, dan berkemanusiaan untuk Indonesia dari Tanah Papua,” ujar Prof. Hugo di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.
Selain melepas para lulusan, Unipa juga merayakan pencapaian akademik tertinggi dengan mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Rima H.S. Siburian, S.Hut., M.Si, IPU dari Fakultas Kehutanan sebagai Guru Besar bidang Silvikultur Tropika. Pengukuhan ini menambah deretan Profesor aktif di Unipa menjadi 28 orang. Pihak kampus juga menginformasikan bahwa saat ini terdapat 3 calon Guru Besar lainnya yang sedang dalam proses pengusulan (2 dari Fakultas Kehutanan dan 1 dari Fakultas Peternakan).

Di hadapan para wisudawan, Rektor memaparkan bahwa gelar akademik yang diraih hari ini tidak sekadar lembar ijazah, melainkan membawa tiga nilai filosofis utama, Pembuktian Akademik sebagai wujud penguasaan teori dan keahlian berpikir kritis. Validasi Ilmiah: Kemampuan menghasilkan riset serta karya nyata yang menjadi solusi atas persoalan di masyarakat, Syarat Kelulusan, legitimasi sah untuk menyandang gelar di bidang vokasi, sarjana, maupun pascasarjana.
Prof. Hugo menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan pintu masuk menuju aksi nyata. Para lulusan diimbau untuk bertransformasi dari penuntut ilmu menjadi pemberi solusi yang membawa amanah moral dan etika dalam bermasyarakat. (m/i)
โIlmu Untuk Kemanusiaanโ


