Bank Indonesia Papua Barat Serahkan Hibah Aset Secara Langsung kepada Universitas Papua dan Sejumlah Instansi di Manokwari

MANOKWARI โ€“ Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Papua Barat, Setian, secara resmi menyerahkan hibah sejumlah aset secara langsung kepada Universitas Papua (UNIPA) dan beberapa instansi lainnya. Menariknya, sebelum rangkaian pertemuan dan prosesi penandatanganan serah terima ini dimulai, Setian bersama dengan Rektor UNIPA Prof. Dr. Hugo Warami menyempatkan diri untuk singgah sejenak di perpustakaan.

Secara administratif, penyerahan hibah aset kendaraan tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Nomor 28/18/KEP.KaKPw/INTERN/2026 tertanggal 2 Juni 2026. Dalam sambutannya, Setian menjelaskan bahwa pelepasan aset ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap ketentuan internal Bank Indonesia mengenai batas masa pakai dan kuota kepemilikan barang.

“Jadi kita dijatah, misalnya satu KPw itu punya mobil 4, ya sudah 4, tidak boleh lebih,” tegas Setian. Ia menambahkan bahwa jika bank sentral memaksa untuk menyimpan aset lebih dari kuota yang ditetapkan, hal tersebut akan menjadi temuan oleh tim audit internal maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Meskipun dihibahkan karena aturan internal, Setian memastikan bahwa setelah melalui proses pengecekan, seluruh aset tersebut masih dalam kondisi yang sangat layak pakai untuk mendukung kelancaran operasional instansi penerima.

Adapun hibah berupa satu unit kendaraan Toyota Camry untuk Universitas Papua diserahkan secara langsung dan diterima oleh Prof. Dr. Hugo Warami. Selain Universitas Papua, Bank Indonesia juga menyerahkan hibah kepada sejumlah lembaga dan instansi di Manokwari, antara lain:

  • Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) TNI AL Manokwari.
  • Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Manokwari.
  • Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Kabupaten Manokwari.
  • SMKN 4 Manokwari.
  • Jemaat GKI Solafide Arfai 2.

Edukasi Peran BI dan Sinergi Akademis

Sebelum prosesi serah terima yang ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima dan penyerahan kunci kendaraan serta barang elektronik secara langsung, Setian juga memanfaatkan momen tersebut untuk memberikan edukasi mengenai peran Bank Indonesia di daerah.

Sebagai otoritas moneter, Bank Indonesia bertugas menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan mengendalikan inflasi. Menghadapi tekanan ekonomi global yang sempat mendorong nilai tukar Rupiah tembus di angka Rp18.000, Setian memaparkan bahwa BI telah mengambil langkah all out. Langkah tersebut meliputi penaikan suku bunga acuan (BI Rate) hingga total 100 basis points (bps) dalam beberapa bulan terakhir, serta optimalisasi instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dengan membuka tenor hingga 3, 6, dan 9 bulan untuk menarik kembali modal investor asing.

Selain itu, Setian juga menyoroti sinergi erat yang telah terjalin antara BI dan dunia akademis, khususnya UNIPA. Bank Indonesia berperan sebagai advisor bagi pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, salah satunya melalui program tahunan “Papedanomics”.

“Papedanomics itu kita bikin lomba karya ilmiah yang kita buka untuk umum maupun mahasiswa se-Papua, bagaimana mereka menuangkan ide terkait pembangunan di Tanah Papua,” jelas Setian.

Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, ide-ide pemenang dari lomba ini akan dibukukan dalam bentuk prosiding sebagai rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah. Rencananya, puncak acara Papedanomics tahun ini akan diselenggarakan pada bulan Agustus mendatang dalam format seminar nasional.

Acara ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima rangkap dua bermaterai oleh masing-masing perwakilan instansi dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.