Yudisium FSB UNIPA 2026: Cetak Lulusan Magister Perdana dan Rayakan Akreditasi Unggul Antropologi

MANOKWARI, 7 Juli 2026 โ€“ Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Papua (UNIPA) sukses menggelar acara Ramah Tamah dan Yudisium Program Magister (S2) dan Sarjana (S1) Periode Kedua Tahun Akademik 2026/2027. Berlangsung di Aula UNIPA pada hari Selasa, 7 Juli 2026, acara ini menjadi momen bersejarah dengan diluluskannya angkatan perdana dari Program Magister Linguistik.

Berdasarkan Surat Keputusan Dekan FSB Nomor SP-67/UN42.8/PP/2026 yang dibacakan pada acara tersebut, sebanyak 59 mahasiswa resmi menyandang gelar baru. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. Joni Marwa, M.Sc., IPU. yang mewakili Rektor UNIPA, Wakil Rektor IV Dr. Yusuf Sawaki, Dekan FSB Marlon Arthur Huae, serta para orang tua dan wali mahasiswa.

Rincian Lulusan dan Predikat Berdasarkan Program Studi

Total 59 lulusan dikukuhkan dalam yudisium kali ini, dengan rincian jumlah dan predikat kelulusan sebagai berikut:

  • Program Magister (S2) Linguistik: 10 Orang Menjadi lulusan perdana (angkatan pertama), seluruh 10 lulusan dari program magister ini berhasil meraih predikat Pujian (Cum Laude).
  • Program Sarjana (S1) Sastra Inggris: 36 Orang Menjadi penyumbang lulusan terbanyak, program studi Sastra Inggris meluluskan 36 mahasiswa. Mayoritas lulusan Sastra Inggris meraih predikat Sangat Memuaskan, sementara 3 orang di antaranya berhasil meraih predikat Pujian.
  • Program Sarjana (S1) Sastra Indonesia: 7 Orang Dari 7 orang lulusan Sastra Indonesia, 5 orang berhasil meraih predikat Pujian, 1 orang meraih predikat Sangat Memuaskan, dan 1 orang meraih predikat Memuaskan.
  • Program Sarjana (S1) Antropologi: 6 Orang Program studi yang baru saja membanggakan fakultas dengan raihan Akreditasi Unggul ini meluluskan 6 mahasiswa, dengan rincian predikat kelulusan Sangat Memuaskan dan Memuaskan.

Pesan Dekan: Menjadi Tuan di Negeri Sendiri

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Sastra dan Budaya, Marlon Arthur Huae, menegaskan komitmen fakultas untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan pencapaian gemilang Program Studi S1 Antropologi yang baru saja meraih predikat Akreditasi Unggul, sementara prodi lainnya sedang dalam proses menyusul.

Lebih lanjut, Dekan FSB memberikan pesan mendalam kepada para lulusan agar memiliki kepekaan sosial.

“Banyak orang merasa diri pintar, tapi tidak pintar merasa. Pintarlah untuk merasakan penderitaan masyarakat di mana kita ditempatkan, dan mengkonversi kekuatan mereka menjadi kekuatan penuh untuk menjadi tuan di negeri sendiri di bawah langit Republik Indonesia.”

Apresiasi Universitas dan Target Akreditasi Institusi

Mewakili Rektor UNIPA, Wakil Rektor I, Prof. Joni Marwa, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada FSB. Beliau merasa bangga karena Antropologi berhasil menjadi program studi ketiga di UNIPA yang memecahkan rekor dengan meraih Akreditasi Unggul, mengalahkan fakultas-fakultas yang lebih tua.

Beliau juga memaparkan beberapa poin penting dan target strategis UNIPA ke depan:

  • Target Akreditasi Unggul Institusi: UNIPA menargetkan perolehan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Unggul pada tahun 2027.
  • Syarat Prodi Unggul: Untuk mencapai target tersebut, UNIPA harus memiliki minimal 16 program studi yang terakreditasi Unggul dari total 62 program studi yang ada.
  • Angka Efisiensi Edukasi (AEE): Dosen dan fakultas didorong untuk meningkatkan angka lulusan tepat waktu, yakni 4 tahun untuk S1 dan 2 tahun untuk S2, guna memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas.
  • Kurikulum Baru (Outcome Based Education / OBE): Pembelajaran kini akan berpusat pada capaian lulusan (OBE), di mana dosen harus aktif membantu mahasiswa yang kesulitan agar dapat lulus tepat waktu melalui sistem remedial yang terstruktur.
  • Jalur RPL Terbuka: UNIPA kini membuka penerimaan mahasiswa baru melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk memfasilitasi para pekerja profesional agar dapat memperoleh gelar Sarjana atau Magister.

Momen Haru Penyerahan Cendera Mata

Acara yudisium ini diwarnai dengan momen yang sangat emosional. Mewakili para alumni, lulusan Magister Linguistik perdana, Yosias Doan Siba, menyampaikan pesan, kesan, serta pantun perpisahan yang elegan. Mahasiswa Sastra Inggris angkatan 2022 juga turut mempersembahkan penampilan khusus untuk mengenang kebersamaan di kampus.

Puncak keharuan terjadi saat prosesi penyerahan bunga dan cendera mata. Para lulusan turun dari tempat duduk mereka untuk memeluk erat serta memberikan bunga kepada orang tua, wali, dan dosen tercinta sebagai simbol rasa terima kasih yang tak terhingga atas pengorbanan dan bimbingan yang diberikan selama menempuh masa studi.

Seluruh rangkaian acara yudisium kemudian ditutup dengan doa syukur yang dipimpin dengan khidmat oleh Pdt. Sofia S. Reimar, S.Th, dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Rencananya, para lulusan ini akan mengikuti prosesi Wisuda Tingkat Universitas Papua pada 12 Agustus mendatang.