Manokwari, Papua Barat. www.unipa.ac.idโ Suasana khidmat, haru, dan penuh rasa bangga menyelimuti Aula Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Papua (UNIPA). Pada hari ini (7/7), fakultas yang menjadi garda terdepan pelestari literasi dan humaniora di Tanah Papua tersebut resmi melepas 59 lulusan terbaiknya.

Para cendekiawan muda yang dilepas terdiri dari lulusan Magister (S2) Pascasarjana Linguistik sebanyak 10 lulusan, serta Sarjana (S1) dari tiga pilar keilmuanyaitu Sastra Inggris sebanyak 36 lulusan, Sastra Indonesia 7 lulusan, dan Antropologi 6 lulusan . Acara pelepasan ini bukan sekadar seremonial akademik, melainkan sebuah ritus transisi bagi para pemuda yang siap mengabdikan ilmu demi kejayaan ibu pertiwi.
Dalam orasi akademiknya, Dekan Fakultas Sastra dan Budaya Marlon Arthur Huwae, S.S, M.EMD, M.Per, Ph.D, menyampaikan bahwa keberhasilan mengantarkan 59 lulusan ini merupakan manifestasi dari komitmen kolektif. Keberhasilan ini tidak lahir dari ruang hampa, melainkan dari rahim kerja keras, doa, dan sinergi yang utuh.

“Kelulusan ini adalah buah ranum dari pohon kerja sama yang kita tanam bersama. Apresiasi tertinggi saya haturkan kepada segenap pimpinan jurusan, program studi, serta para dosen dan tenaga kependidikan yang telah melaraskan langkah, mencurahkan keringat, dan membimbing anak-anak kita hingga sampai di gerbang kemenangan ini,” ungkap Dekan dengan penuh rasa takzim.
Rektor Universitas Papua, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Ir. Jonni Marwa, S.Hut., M.Si., IPU., menyampaikan pidato yang tidak hanya membakar semangat, tetapi juga menyentuh relung hati para hadirin.
Beliau menyampaikan beberapa poin transformatif bahwa Pencapaian Monumental Akreditasi: Tahun 2026 merupakan tahun determinasi akreditasi bagi UNIPA. Sebuah kebanggaan besar diukir oleh Fakultas Sastra dan Budaya, di mana Program Studi Antropologi berhasil memecah rekor dengan meraih predikat Akreditasi Unggul. Pihak universitas menaruh harapan besar agar Program Studi Sastra Inggris dan Sastra Indonesia dapat segera menyusul capaian gemilang ini. secara institusional, UNIPA menargetkan minimal 16 dari 62 program studi yang ada mampu meraih predikat Unggul demi jaminan mutu pendidikan yang berkelas. Berikutnya mantan dekan Fakultas kehutanan menyampaikan bahwa untuk menjawab tantangan kementerian terkait target minimal 25% kelulusan tepat waktu, peran peran dosen sebagai mentor dan fasilitator menjadi penting apalagi di era sekarang dengan diterapkannya kurikulum berbasis luaran ini, dosen dituntut untuk berjuang secara totalitas mendampingi mahasiswa agar tidak ada lagi yang tertinggal dalam administrasi akademik kurikulum lama.

“Kuncinya sederhana namun mendalam: jangan hambat mahasiswa kita. Jika mereka menemui jalan buntu, dosen harus hadir mengulurkan tangan untuk meluluskan mereka tepat waktu,” tegas Prof. Jonni Marwa. (m/i)
โIlmu Untuk Kemanusiaanโ



