Pimpinan Universitas Papua Hadiri Penetapan SNBP 2026: UNIPA Siap Kawal Akses Pendidikan Berkeadilan dan Kampus Hijau

JAKARTA โ€“ Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) resmi menetapkan Hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2026 dalam rapat yang digelar di Jakarta pada 29-30 Maret 2026. Rektor Universitas Papua (UNIPA), Prof. Dr. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum., beserta Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Jonni Marwa, S.Hut., M.Si., IPU., turut menindaklanjuti hasil ketetapan nasional ini guna memastikan kesiapan UNIPA dalam menyerap putra-putri terbaik, khususnya dari Tanah Papua.

Rincian Daya Tampung Nasional SNPMB 2026 Berdasarkan pemaparan Panitia SNPMB 2026, total daya tampung mahasiswa baru secara nasional pada tahun ini mencapai 638.239 kursi. Secara keseluruhan, alokasi tersebut terbagi menjadi:

  • Jalur SNBP: 189.017 kursi.
  • Jalur SNBT: 261.497 kursi.
  • Jalur Mandiri: 187.725 kursi.
  • Alokasi berdasarkan jenjang didominasi oleh program S1 dengan 516.273 kursi, diikuti oleh D4 sebanyak 72.793 kursi, dan D3 sebanyak 49.173 kursi.

Prof. Jonni Marwa, sebagai pimpinan bidang akademik, tentunya akan memastikan proses penerimaan mahasiswa baru di UNIPA berjalan sejalan dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi yang diamanatkan secara nasional.

Arahan Menteri: Akses Berkeadilan untuk Kelompok Tidak Mampu Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., yang memberikan arahan secara virtual di sela-sela kunjungan kenegaraannya mendampingi Presiden di Tokyo, memberikan penekanan kuat pada pemerataan akses pendidikan. Beliau menegaskan bahwa perguruan tinggi harus aktif mensosialisasikan program beasiswa agar tidak ada calon mahasiswa unggul yang batal mendaftar hanya karena kendala ekonomi.

Arahan ini sejalan dengan visi UNIPA di bawah kepemimpinan Prof. Hugo Warami, yang senantiasa berkomitmen menjadi palang pintu pendidikan tinggi bagi masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi, memastikan asas keadilan teraplikasi nyata di kampus.

Kemandirian Kampus dan Isu Efisiensi Energi Global Selain persoalan akses, Prof. Brian juga mendorong perguruan tinggi negeri untuk bertransformasi dalam mengelola pendanaan institusi. Kampus dituntut untuk lebih mandiri dengan cara mengkapitalisasi hasil riset, inovasi, dan kekayaan intelektual sebagai sumber pendapatan. Langkah ini diharapkan dapat menyeimbangkan keuangan kampus tanpa harus membebankan kenaikan biaya pada kelompok mahasiswa yang kurang mampu.

Di tengah dinamika geopolitik global yang memicu lonjakan harga BBM, Menteri juga mengimbau perguruan tinggi untuk menjadi motor penggerak efisiensi energi. Hal ini membuka peluang bagi UNIPA untuk terus mengembangkan konsep tata kelola kampus yang hemat energi dan berkelanjutan di Manokwari. Mengadopsi budaya transportasi publik atau bersepeda di kalangan sivitas akademika, seperti yang dicontohkan Menteri dari berbagai negara maju, dapat menjadi langkah inovatif ke depannya.

Sebagai penutup arahannya, Menteri kembali mengingatkan pentingnya menjaga netralitas kampus dari dinamika politik praktis, agar lingkungan akademik tetap kondusif dan fokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia.