MANOKWARI, 12 Juni 2026 โ Semangat pantang menyerah ditunjukkan oleh Baso Daeng, seorang staf dosen di Fakultas Pertanian Universitas Papua (UNIPA). Meski dalam kondisi kesehatan yang kurang bugar setelah menjalani perawatan medis di RS Jantung Harapan Kita, ia bersikeras untuk menyelesaikan studinya dan berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Lingkungan.

Sidang Ujian Terbuka Promosi Doktor ke-33 ini digelar di Ruang Aula Program Pascasarjana UNIPA. Berdasarkan hasil kesepakatan dewan penguji, promovendus dinyatakan lulus dengan nilai 89.
Disertasi Berbasis Kearifan Lokal Suku Arfak
Dalam sidang tersebut, Dr. Baso Daeng berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Integrasi Agroteknologi dan Kearifan Lokal dalam Strategi Adaptif Budidaya Pekarangan untuk Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan pada Masyarakat Suku Besar Arfak di Manokwari”.
Beberapa poin penting dari penelitian dan presentasinya meliputi:
- Penelitian ini menawarkan model konseptual integratif yang menggabungkan agroteknologi tepat guna, kearifan lokal, dan strategi adaptif untuk ketahanan pangan.
- Terdapat perbedaan pendekatan kelola pekarangan antara dataran tinggi dan dataran rendah pada Suku Arfak.
- Kearifan lokal berperan sebagai “filter” untuk menyaring inovasi agroteknologi modern agar selaras dengan nilai-nilai budaya dan kelestarian alam.
Perjuangan Penuh Haru
Momen emosional mewarnai sambutan Dr. Baso Daeng. Ia menceritakan bahwa secara medis, pihak rumah sakit sebenarnya belum mengizinkan dirinya pulang ke Manokwari. Namun, dengan menandatangani surat pernyataan tanggung jawab pribadi, ia berkeras untuk hadir dan menyelesaikan ujian.
“Saya berprinsip bahwa sekali layar terkembang, pantang surut pulang ke pantai. Itu budaya kami orang Makassar,” tegasnya di hadapan para hadirin. Ia juga mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada istri dan anak-anaknya atas kesabaran, dukungan finansial keluarga, serta doa yang tak putus-putusnya.
Dukungan Penuh dari Universitas Papua
Keberhasilan ini disambut bangga oleh civitas akademika UNIPA. Rektor UNIPA, Prof. Dr. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas dedikasi luar biasa dari Dr. Baso Daeng. Rektor juga menegaskan kembali komitmen kampus dalam mendukung peningkatan kualifikasi dosen melalui beasiswa studi sebesar 50% dari UKT.
Senada dengan hal tersebut, pimpinan Fakultas Pertanian, Dr. Ir. Dwi Yana Wasgito Purnomo, M.Si., yang juga bertindak sebagai Ko-Promotor 1, menyatakan kebanggaannya atas bertambahnya tenaga pengajar bergelar doktor di lingkungan Fakultas Pertanian UNIPA.
Dr. Baso Daeng kini resmi tercatat sebagai alumni doktor ke-33 dari Universitas Papua, menambah deretan panjang akademisi berkualitas di Tanah Papua.





