Tindak Lanjut MoU, Pemkab Teluk Wondama dan UNIPA Teken NPHD Targetkan Politeknik I.S. Kijne Beroperasi 2027

MANOKWARI, 13 Juli 2026 โ€” Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Wondama dan Universitas Papua (UNIPA) mengambil langkah konkret dalam memajukan pendidikan di Tanah Papua dengan secara resmi menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) pada Senin (13/7/2026). Bertempat di Kantor Rektorat Universitas Papua, naskah ini ditandatangani langsung oleh Bupati Teluk Wondama, Elysa Auri, S.E., M.M., dan Rektor UNIPA, Prof. Dr. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum.

Penandatanganan NPHD ini merupakan tindak lanjut nyata dari Nota Kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah disepakati bersamaan dengan perayaan Satu Abad Peradaban Orang Papua pada 25 Oktober 2025 lalu. Dana hibah ini difokuskan pada penunjang operasional, percepatan pelaksanaan kegiatan pendirian Politeknik I.S. Kijne, serta pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Teluk Wondama.

Bupati Elysa Auri menjelaskan bahwa pendirian politeknik ini merupakan langkah awal yang krusial menuju pembentukan sebuah universitas di Kabupaten Teluk Wondama. “Untuk universitas syaratnya belum tercapai, sehingga kami diminta memulai dari politeknik terlebih dahulu,” ujar Bupati Elysa.

Pembangunan infrastruktur politeknik yang mulai digenjot pada pertengahan 2026 ini ditargetkan dapat rampung dan beroperasi pada tahun 2027. Momen tersebut direncakan agar bertepatan dengan pelaksanaan Sidang Sinode ke-19 di Teluk Wondama. Rencana strategis ini pun telah mendapatkan lampu hijau dan dukungan penganggaran dari DPRK Teluk Wondama, yang menetapkan sektor pendidikan tinggi sebagai prioritas pembangunan dalam Musrenbang RKPD 2027.

“Keberadaan politeknik ini akan memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di Teluk Wondama sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tegas Elysa.

Pembangunan pendidikan ini memiliki makna historis yang dalam. Teluk Wondama sejak lama dikenal sebagai tanah peradaban orang asli Papua, berawal dari berdirinya sekolah formal pertama oleh misionaris Izaak Samuel Kijne di Bukit Aitumeiri, Wasior, pada tahun 1925. Meskipun berstatus sebagai pionir pendidikan, Pemkab menilai sektor pendidikan di wilayah tersebut saat ini masih perlu dipacu agar mampu sejajar dengan daerah lain di Tanah Papua.

Menyambut visi tersebut, Rektor UNIPA Prof. Dr. Hugo Warami menyatakan komitmen universitas untuk mengawal penuh proses ini. Sebagai tindak lanjut pasca-NPHD, UNIPA tengah merumuskan skema dan kuota pendidikan khusus bagi ASN maupun putra-putri terbaik Wondama melalui intervensi program beasiswa Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktoral (S3).

“Langkah strategis ini dipersiapkan secara khusus untuk mencetak tenaga ahli yang nantinya akan memimpin dan mengisi pos-pos vokasi di Politeknik I.S. Kijne. Program vokasi ini diharapkan akan memiliki keunggulan di aspek kesehatan dan pendidikan yang tidak ada di tempat lain, sehingga menjadi nilai tambah khusus bagi Wondama,” jelas Prof. Hugo.

Selain politeknik, UNIPA juga memproyeksikan program afirmasi untuk masuk ke Fakultas Kedokteran di Sorong. Dalam waktu dekat, pihak UNIPA berencana menggelar pertemuan teknis bersama Dinas Kesehatan Teluk Wondama dan Ketua Sinode untuk memetakan kapasitas serta menetapkan kebijakan nilai batas lulus (passing rate) yang sesuai bagi perwakilan calon mahasiswa dari Wondama.