AKADEMISI UNIPA, Dr. KELIOPAS KREY AJAK MAHASISWA REPATRIASI ASAL MALAYSIA DAN ADIK PAPUA AKTIF BERKOMUNIKASI DEMI MEMPERKOKOH DAYA SAING BANGSA

Manokwari, Papua Barat. www.unipa.ac.id  Akademisi dari Universitas Papua (UNIPA), Dr. Keliopas Krey, menegaskan pentingnya kedisiplinan serta komunikasi yang aktif bagi mahasiswa penerima beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) Papua dan Jalur Repatriasi asal Malaysia. Hal tersebut disampaikan saat beliau menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Pembinaan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara yang berlangsung selama tiga hari, 14โ€“16 Oktober 2026.

Kegiatan tahunan yang ditujukan bagi mahasiswa baru ini diselenggarakan di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari dan Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka. Dalam pemaparannya, Dr. Keliopas Krey mendorong para peserta untuk senantiasa membangun interaksi akademik yang positif guna meraih prestasi yang unggul, menyelesaikan studi tepat waktu, serta melandasi kelimuan dengan kecerdasan intelektual dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam naskah keterangannya, Dr. Krey menggarisbawahi bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pendidikan mutu tinggi merupakan fondasi utama dalam meningkatkan daya saing bangsa di era global. Menurutnya, motivasi belajar generasi muda harus terus dipupuk melalui proses pembinaan yang terstruktur, sistematis, dan terukur.

Ia menambahkan bahwa program pembinaan berkelanjutan bagi mahasiswa penerima beasiswa ADIK telah berhasil membentuk daya lenting (resilience) yang signifikan. Resilience tersebut menjadi modal psikologis penting untuk membina karakter mahasiswa secara persuasif, sehingga mampu bersaing secara adrequestif di dunia kerja kelak.

“Pengembangan mahasiswa tidak hanya menitikberatkan pada aspek kecerdasan intelektual semata, melainkan juga pengembangan karakter holistik. Mahasiswa ADIK asal Papua telah menunjukkan ketabahan, kesabaran, dan daya juang yang tinggi dalam menuntut ilmu di luar daerah. Kendati demikian, berbagai hambatan non-akademik harus terus diatasi melalui metodologi pembelajaran yang efektif di perguruan tinggi,” ujar Dr. Krey.

Lebih lanjut, Dr. Krey mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk mengikis mental blockโ€”yakni pola pikir negatif dan rasa pesimisme yang berpotensi menghambat potensi diri serta lompatan kemajuan. Ia menekankan pentingnya semangat inklusivitas dan integrasi nasional dari Sabang sampai Merauke guna saling melengkapi dalam pembangunan bangsa.

Sebagai penutup, Dr. Krey merekomendasikan kepada pihak pemerintahโ€”baik di tingkat pusat maupun daerahโ€”untuk senantiasa menjamin keberlanjutan kesejahteraan mahasiswa. Hal ini dapat diwujudkan melalui pengalokasian serta penyaluran dana beasiswa yang tepat waktu dan tepat sasaran demi menunjang kelancaran studi para penerima manfaat.(m/i).

“ILMU UNTUK KEMANUSIAAN“