MANOKWARI, PAPUA BARAT. www.unipa.ac.id โ Universitas Papua (UNIPA) melalui Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) mengukuhkan kembali komitmen kemitraan strategisnya dengan Australian Museum serta konsorsium peneliti internasional. Hubungan kerja sama yang telah berlangsung secara intensif tersebut diakselerasi melalui penyelenggaraan Kuliah Tamu II Kelas Kolaborasi pada Program Studi Biologi di Kampus FMIPA UNIPA, Manokwari, Rabu (4/11/2026).

Kemitraan multidisiplin ini berfokus pada dua pilar utama, yakni inventarisasi taksonomi keanekaragaman hayati endemik Tanah Papua dan peningkatan kapasitas akademik (capacity building) civitas akademika lokal. Eksplorasi lapangan komprehensif telah direalisasikan secara bertahap di berbagai lanskap ekologi penting, mencakup Kabupaten Tambrauw (2024), Kawasan Pegunungan Arfak, hingga Wilayah Mubrani.
Dosen Praktisi UNIPA, Yance Defretes, Ph.D., mengonfirmasi bahwa aliansi riset ini dirancang guna mentransfer metodologi ilmiah secara sistematis kepada dosen, mahasiswa, serta alumni. Tujuannya adalah mendorong kemandirian institusional UNIPA agar mampu menjadi episentrum riset hayati di kawasan timur Indonesia.
“Aliansi ini bertujuan memosisikan peneliti internal UNIPA sebagai pimpinan dalam mengeksplorasi dan mengelola keanekaragaman hayati Papua secara mandiri di masa depan,” ujar Defretes saat mendampingi peneliti mitra asal Republik Ceko, Frantisek Vejmelka, M.Sc, Ph.D
Dampak positif dari program transfer pengetahuan ini dirasakan langsung oleh akademisi lintas generasi di lingkungan UNIPA. Salah satunya Dr. Ursula Maker, peneliti mamalia sekaligus perwakilan dosen muda UNIPA, mengindikasikan bahwa kerja sama ini memperkuat kepakaran spesifik staf pengajar, khususnya dalam metodologi penelitian mamalogi modern.

Sementara itu Via Dolorosa, alumni Prodi Biologi yang berfokus pada studi Rodentia (hewan pengerat), menyatakan bahwa dukungan dari Australian Museum dan Global Wildlife Fund (GWF) memberikan pengalaman empiris serta wawasan ilmiah internasional yang signifikan dalam menunjang rekam jejak profesionalnya.
Seorang peneliti unipa yang menekuni bidang herpetologi, Dr. Keliopas Krey, menekankan pentingnya jejaring riset global untuk meletakkan fondasi sains yang kuat bagi pembangunan berkelanjutan serta konservasi ekosistem di Tanah Papua. (m/i)
โIlmu Untuk Kemanusiaanโ


