MANOKWARI โ Universitas Papua (UNIPA) kembali menambah doktor baru setelah Yulianus Ayok berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan. Sidang yang berlangsung di Ruang Aula Program Pascasarjana UNIPA, Manokwari, pada Senin (8/6/2026) tersebut menetapkan Yulianus lulus dengan nilai akhir 83.

Dalam sidang terbuka tersebut, Yulianus mempresentasikan disertasi berjudul “Evaluasi Pembangunan Desa dengan Pendekatan SDGs Desa dan Indeks Desa Membangun di Kabupaten Manokwari”. Penelitian ini mengkaji capaian pembangunan kampung melalui pendekatan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa dan Indeks Desa Membangun (IDM) sebagai instrumen evaluasi pembangunan berkelanjutan.
Penelitian ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan akan model pembangunan kampung yang lebih kontekstual dan berkelanjutan, mengingat Provinsi Papua dan Papua Barat masih memiliki jumlah desa berstatus sangat tertinggal dan tertinggal terbanyak di Indonesia.
Temuan Kebaruan dan Hasil Evaluasi
Dalam pemaparannya, Yulianus menjelaskan bahwa hasil penelitiannya menunjukkan adanya variasi tingkat pencapaian indikator SDGs Desa di berbagai kampung di Kabupaten Manokwari. Beberapa indikator menunjukkan perkembangan yang baik pada akses layanan dasar, namun tantangan masih ditemukan pada aspek penguatan ekonomi masyarakat, partisipasi warga, serta pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.
Dari 18 tujuan SDGs Desa, penelitian ini mengidentifikasi empat indikator utama yang paling berpengaruh terhadap ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan kampung di Papua, yaitu:
- Desa Tanpa Kemiskinan
- Desa Tanpa Kelaparan
- Desa Tanpa Kesenjangan
- Desa Damai dan Berkeadilan
โPenelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan kampung tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik semata, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam membangun ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara seimbang. Karena itu diperlukan pendekatan pembangunan yang berbasis pada karakteristik lokal serta partisipasi aktif masyarakat,โ ujar Yulianus.
Melalui integrasi data SDGs Desa dan IDM, penelitian ini menghasilkan kebaruan (novelty) berupa Papua Socio-Ecological Village Development Model dan Pendekatan Geo-Sosial Adaptif. Model tersebut menempatkan pentingnya penyesuaian kebijakan pembangunan dengan kondisi geografis yang sulit, budaya lokal, serta kelembagaan adat yang hidup di tengah masyarakat Papua.
Selain menghasilkan model pembangunan, disertasi ini juga telah melahirkan luaran akademik berupa artikel ilmiah di jurnal nasional dan internasional, serta sebuah buku ilmiah berjudul “Pembangunan Kampung Tertinggal di Papua: Teori, Strategi, dan Model Kontekstual Berbasis SDGs Desa Manokwari”.
Apresiasi Rektor dan Pemerintah Daerah
Promotor utama, Prof. Dr. Ir. Roni Bawole, M.Si., menyampaikan apresiasi atas kontribusi ilmiah Yulianus. Ia memuji kapasitas promovendus sebagai ilmuwan asal tanah Arfak yang sangat menguasai analisis statistik dan mampu menjembatani kebutuhan akademik dengan praktik pembangunan di lapangan.
Kelulusan ini juga menorehkan sejarah khusus bagi institusi. Rektor UNIPA, Prof. Dr. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum., yang memimpin langsung jalannya sidang, menegaskan bahwa Yulianus Ayok tercatat sebagai Doktor ke-32 dari Program Pascasarjana UNIPA sekaligus Doktor ke-5 dari Suku Arfak.

“Jadilah mercusuar, jadilah lentera menerangi sisi-sisi kegelapan di setiap kampung, sesuai dengan moto UNIPA: Ilmu untuk Kemanusiaan,” pesan Prof. Hugo Warami.
Pemerintah Kabupaten Manokwari, yang diwakili oleh Bapak Septon Wayori, turut menyampaikan rasa terima kasih atas bertambahnya kekuatan sumber daya manusia yang siap mengabdi di daerah. Yulianus, yang juga bertugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Manokwari, diharapkan mampu mengimplementasikan model evaluasinya ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah agar lebih tepat sasaran.
Usai pelaksanaan sidang, Yulianus menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan studinya, mulai dari para promotor, dewan penguji, pimpinan Universitas Papua, Pemkab Manokwari yang telah memberikan izin belajar, hingga keluarga besar.
Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dan referensi bagi pemerintah tingkat pusat, daerah, maupun pemerintah tingkat kampung dalam menyusun kebijakan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua secara inklusif dan berkelanjutan.
Dengan bertambahnya doktor baru ini, Universitas Papua terus menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah melalui riset dan inovasi yang relevan.





