MANOKWARI โ Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Papua (UNIPA). Acara penandatanganan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, dan Rektor UNIPA, Prof. Dr. Hugo Warami. Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat pembangunan dan peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Papua.

Dalam sambutannya, Gubernur Elisa Kambu menekankan urgensi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang produktif. Beliau mengingatkan bahwa ijazah saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan penguasaan ilmu dan teknologi. Kegagalan dalam mencetak SDM yang siap kerja dinilai menjadi salah satu akar masalah sosial, seperti keterlibatan anak muda pada minuman keras dan narkoba.
“Kalau SDM ini tidak bisa produktif, jangan kita mimpi,” tegas Gubernur Elisa Kambu.
Gubernur juga secara khusus meminta UNIPA untuk terus mempertahankan fokus utamanya pada sektor pertanian yang menjadi cikal bakal berdirinya kampus tersebut. Menurutnya, sektor andalan dan unggulan Papua bertumpu pada empat bidang utama: pertanian, perkebunan, pertambangan, dan perikanan.

Menanggapi hal tersebut, Rektor UNIPA Prof. Dr. Hugo Warami menyatakan dukungan penuh terhadap visi dan misi Gubernur, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. Sebagai bentuk komitmen nyata, UNIPA telah melakukan sejumlah inisiatif perluasan akses pendidikan di wilayah Papua Barat Daya.
Beberapa langkah strategis yang dilaporkan oleh Rektor UNIPA antara lain:
- Alokasi Fakultas Kedokteran: Memberikan kuota khusus penerimaan mahasiswa Fakultas Kedokteran untuk daerah Kabupaten Maybrat dan Kota Sorong, serta mengharapkan adanya kuota tambahan dari Gubernur pada gelombang kedua.
- Perluasan Program Studi: Menggelar program studi Konservasi di Kabupaten Tambrauw dan Ekowisata di Raja Ampat.
- Kelas Khusus Industri: Menyiapkan kelas khusus di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan bagi 40 karyawan PetroChina di Salawati.
- Pendidikan Vokasi: Mendukung penuh pengaktifan kembali Akademi Komunitas di Sorong Selatan.

Sejalan dengan pesan Gubernur terkait pengembangan sektor pertanian, Rektor UNIPA Prof. Dr. Hugo Warami juga menyoroti pentingnya perlindungan hasil bumi lokal. Beliau mengusulkan pendaftaran Indikasi Geografis untuk Talas Maybrat. Rektor juga memaparkan bahwa lulusan doktoral terbaru dari UNIPA berhasil menemukan aksesi varietas talas baru di Papua, yang diharapkan dapat menjadi produk unggulan daerah di masa depan.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri dan potensi alam Papua, sehingga masyarakat lokal dapat benar-benar menjadi “tuan di negerinya sendiri”.




