MANOKWARI, 22 Juni 2026 โ Dalam upaya mengakselerasi pembangunan daerah melalui sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pegunungan Arfak resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Papua (UNIPA). Acara penandatanganan tersebut dilangsungkan di kampus UNIPA, Manokwari, pada tanggal 20 Juni 2026.
Kesepakatan bersejarah ini ditandatangani secara langsung oleh Bupati Pegunungan Arfak, Dr. Dominggus Saiba, S.Pd., M.Si., dan Rektor Universitas Papua, Prof. Dr. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum.. Fokus utama dari kemitraan ini adalah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Pegunungan Arfak.

Instruksi Cepat Bupati untuk Program 2027
Menindaklanjuti kesepakatan tersebut, Bupati Dominggus Saiba langsung mengambil langkah strategis dengan memberikan instruksi kepada jajarannya.
- Bupati memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Arfak untuk segera menyusun program kerja untuk tahun 2027.
- Dinas Pendidikan diinstruksikan untuk terus membangun komunikasi dan bekerja sama dengan Rektor serta jajaran UNIPA guna merancang program pendidikan yang paling cocok diterapkan di Pegunungan Arfak.
- Bupati juga menyatakan akan melaporkan terjalinnya MoU ini kepada Gubernur, mengingat pada tahun 2025 Gubernur telah mengarahkan agar Bupati membangun komunikasi dengan UNIPA.

Kampus Mini dan Program RPL untuk ASN Pegunungan Arfak
Pihak Universitas Papua menyambut baik inisiatif Pemkab Pegunungan Arfak dengan menyiapkan berbagai skema pendidikan yang fleksibel dan inovatif. Prof. Dr. Hugo Warami menegaskan komitmen UNIPA dalam mendukung pemerintah daerah melalui berbagai rencana strategis:
- UNIPA merencanakan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pegunungan Arfak.
- Melalui skema RPL ini, ASN dapat menempuh pendidikan jenjang S1, S2, maupun S3 tanpa harus meninggalkan daerahnya untuk berkuliah di Manokwari.
- UNIPA berencana mengaktifkan kembali aset lahan yang mereka miliki di Pegunungan Arfak untuk dikembangkan menjadi sarana bersama atau “kampus mini”.
- UNIPA siap menyokong pemerintah daerah dengan tenaga ahli untuk keperluan riset dan pengabdian, seperti pengembangan destinasi wisata dan komoditas unggulan kopi.
- Pihak universitas juga menawarkan sebuah pilot project berupa penerapan sistem “sekolah sepanjang hari” di Kabupaten Pegunungan Arfak.

Komitmen Melahirkan Generasi Berpendidikan
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNIPA juga mengumumkan sebuah capaian membanggakan bagi masyarakat Arfak.
- Hingga minggu lalu, Universitas Papua telah berhasil melahirkan lima orang doktor yang merupakan putra asli Arfak.
- Doktor kelima yang baru saja dicetak oleh UNIPA adalah Dr. Yulianus Ayok, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung di Kabupaten Manokwari.
Acara penandatanganan ini diakhiri dengan sesi foto bersama serta penyerahan plakat. Setelah kegiatan ini, Bupati dan rombongan dijadwalkan untuk langsung menghadiri acara pembukaan Pesparawi (Pesta Paduan Suara Gerejawi) tingkat provinsi pada pukul 15.00 WIT di Manokwari. Pihak pemerintah daerah dan universitas berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan demi kemajuan masyarakat Pegunungan Arfak.





