MANOKWARI, PAPUA BARAT. www.unipa.ac.id 3 November 2026 – Universitas Papua (UNIPA) menorehkan sejarah baru sebagai garda terdepan penjaga budaya Papua. Pada malam puncak perayaan Dies Natalis ke-26, UNIPA menerima 2 penghargaan Rekor Dunia dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Dua rekor tersebut adalah Pagelaran Tari Tumbuh Tanah Suku Besar Arfak terbanyak dengan 2.000 penari, dan Penggunaan Asesoris Busana Tradisional Papua terbanyak dengan 2.000 orang.

Rektor UNIPA Prof. Dr. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum dalam sambutannya di hadapan Tim MURI dan ribuan civitas akademika menyampaikan, capaian ini membuktikan UNIPA bukan hanya sekedar nama.”Ini membuktikan bahwa Universitas Papua bukan hanya sekedar nama Universitas Papua, tetapi kita turut menjaga dan merawat martabat dan budaya Papua di lembaga pendidikan ini,” tegas Prof. Hugo, selasa malam (3/11). Tarian Tumbuh Tanah adalah milik Suku Besar Arfak yang merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan. Sementara busana tradisional Papua mulai dari mahkota, manik-manik, hingga aksesoris menjadi identitas martabat.
“Malam hari ini kita akan menyaksikan bagaimana kontribusi Universitas Papua sebagai garda terdepan menjaga Tanah Papua, menjaga budaya Papua, menjaga martabat Papua,” ujarnya. Pada malam puncak tersebut, Rektor juga memperkenalkan kado istimewa Dies Natalis, bertambahnya satu Guru Besar baru yakni Prof. Dr. Cen Mumu, S.Pd., M.Sc., sehingga total profesor UNIPA menjadi 29 orang.
“Kita berharap Universitas Papua mengepakkan sayapnya dan terbang lebih tinggi lagi menuju angka 27, 28, 29. Kita akan sampai pada titik di mana Universitas Papua menjadi Universitas Unggul,” harap Rektor. Penghargaan Rekor MURI pertama diberikan kepada Universitas Papua dan Perkumpulan Perempuan Arfak Provinsi Papua Barat sebagai penyelenggara Tari Tumbuh. Penghargaan kedua untuk peragaan busana adat terbanyak.
Ketua Panitia Dies Natalis Dr. Simson Werimon, SE, M.Si, melaporkan rangkaian kegiatan telah memberi dampak positif bagi pelestarian budaya dan peningkatan citra UNIPA sebagai universitas yang bersinergi, inovasi, dan bermartabat. Hadir dalam malam puncak tersebut Tim MURI Pusat, Gubernur Papua Barat, Rektor Universitas Caritas Indonesia Manokwari, Bupati Manokwari, para Kepala Suku Besar Arfak, seluruh dekan, dosen kemanusiaan, dan ribuan mahasiswa. (m/i)
โIlmu Untuk Kemanusiaanโ


