Manokwari, Papua Barat. www.unipa.ac.id — Universitas Papua (UNIPA) secara resmi menyelesaikan Lokakarya Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) Berdampak, yang berlangsung selama dua hari dan ditutup pada Kamis, 9 April 2026. Kegiatan ini menghasilkan 8 resolusi strategis yang memperkuat arah pembenahan struktur akademik, termasuk penyusunan dan penetapan restrukturisasi mata kuliah Universitas.

Di penghujung lokakarya, Ketua Tim Perumus, Prof. Antoni Ungirwalu, membacakan delapan rumusan akhir yang menjadi landasan operasional pemutakhiran kurikulum UNIPA:
- Visi, Misi, dan Pola Ilmiah Pokok (PIP) Universitas tidak mengalami perubahan.
- Program Studi pada setiap Unit Pengelola Program Studi (UPPS) diberi tenggat waktu dua bulan (hingga 11 Juni 2026) untuk meninjau kembali Visi, Misi, Profil, CPL, dan bobot mata kuliah.
- CPL, RPS, dan mata kuliah wajib MBKM akan dikoordinasikan di bawah WR I, yang selanjutnya akan membentuk unit penyelenggara khusus mata kuliah universitas.
- Penetapan kode mata kuliah dengan awalan “E” yang bermakna “Kurikulum OBE Berdampak.”
- Tindak lanjut pengecekan kode mata kuliah di tiap prodi akan dilaksanakan pada bulan Juni.
- Rekomendasi penetapan SDGs ke-14 (perairan) dan ke-15 (terestrial) sebagai rujukan penyusunan kurikulum fakultas.
- Penggabungan muatan mata kuliah Antikorupsi secara terintegrasi ke dalam mata kuliah Agama/Pancasila.
- Mata Kuliah Aplikasi Komputer diselenggarakan di tingkat fakultas dengan penyesuaian nama sesuai rumusan CPL prodi.

Saat menutup acara secara resmi, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIPA, Prof. Jonni Marwa, mengapresiasi dedikasi seluruh pimpinan fakultas dan ketua program studi yang telah bekerja keras menyusun draf kurikulum ini.
“Kita punya waktu sampai 11 Juni untuk merevisi dan memperbaiki semuanya. Pekerjaan akademik ini tidak mudah, butuh kerja keras dan kekompakan. Kita tidak bekerja untuk pimpinan, tetapi kita bekerja untuk institusi ini dan untuk masa depan Tanah Papua,” ujar Mantan Dekan Fahutan UNIPA. (m/i)
”Ilmu Untuk Kemanusiaan”



