MANOKWARI – Universitas Papua (UNIPA) resmi memperpanjang komitmen kolaborasi dengan Yayasan WWF Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) baru yang berlangsung di Kampus UNIPA, Manokwari. Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi di bidang riset, pelestarian lingkungan, dan pengembangan sumber daya manusia di Tanah Papua.

Rektor Universitas Papua menyambut baik kelanjutan kemitraan ini sebagai upaya untuk menyatukan visi dalam memajukan bangsa dari Timur Indonesia. Mengingat saat ini UNIPA sedang mencanangkan “tahun publikasi”, Rektor menegaskan bahwa kolaborasi ke depan harus berorientasi pada hasil nyata berupa publikasi ilmiah, baik melalui jurnal nasional maupun internasional. Fokus utama kerja sama ini tetap berpijak pada pola ilmiah pokok universitas, yakni pertanian, konservasi sumber daya alam, dan sumber daya budaya.
“Kita akan mendorong riset dan kolaborasi ini agar menghasilkan publikasi bersama, baik individu, tim, maupun lembaga, yang bisa difasilitasi melalui UNIPA Press atau platform bereputasi lainnya,” ungkap Rektor.
Senada dengan hal tersebut, Policy Advocacy Coordinator WWF Indonesia, Leo Yansen Yembise, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa MoU ini merupakan perpanjangan dari periode sebelumnya (2021-2026) dan direncanakan akan terus berlanjut hingga tahun 2028 atau 2030. WWF Indonesia berkomitmen untuk langsung menindaklanjuti kesepakatan ini melalui diskusi teknis dengan berbagai fakultas, seperti Kehutanan, Perikanan dan Ilmu Kelautan, serta Ekonomi.

“Kami berharap nota kesepahaman ini menjadi dasar yang kuat untuk memperkuat kolaborasi, tidak hanya pada level dosen tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melakukan magang atau Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kantor kami,” ujar Leo Yembise. Saat ini, tercatat sudah ada sekitar lima kajian riset bersama yang siap untuk ditingkatkan menjadi publikasi jurnal bereputasi pada tahun pertama.
Dampak bagi mahasiswa juga ditegaskan oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) UNIPA, Prof. Freddy Pattiselano. Beliau menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan momentum tepat untuk mewujudkan visi “kampus berdampak”. Selain keterlibatan staf pengajar, mahasiswa akan mendapatkan peluang besar dalam program magang dan pelatihan teknis guna mendalami bidang studi yang mereka tekuni, khususnya yang berkaitan dengan konservasi keanekaragaman hayati dan budaya.
“Kami menyambut penuh sukacita dan berharap seluruh sivitas akademika UNIPA mendapatkan dampak nyata dari kerja sama ini, terutama dalam pengkajian konservasi di Papua Barat,” pungkas Prof. Freddy.
Melalui sinergi yang lebih erat ini, baik UNIPA maupun WWF Indonesia berharap hasil-hasil kajian yang dilakukan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi Pemerintah Provinsi Papua Barat dan pelestarian alam di wilayah tersebut.




