MANOKWARI – Universitas Papua (Unipa) tengah mengambil langkah strategis yang komprehensif melalui penyelenggaraan empat kegiatan utama, yakni Pelatihan Pekerti, Sekolah Program Studi, Pelatihan Audit Mutu Internal (AMI), dan Monev Pembelajaran. Rangkaian acara yang saling terintegrasi ini ditujukan secara khusus untuk menguatkan tata kelola universitas sekaligus meningkatkan mutu penjaminan mutu internal secara menyeluruh. Target akhir dari konsolidasi kegiatan ini adalah terwujudnya Program Studi Unggul yang akan bermuara pada pencapaian Perguruan Tinggi Unggul.
Rektor Universitas Papua, Prof. Dr. Hugo Waromi, S.Pd., M.Hum., membuka kegiatan tersebut secara resmi dan menegaskan bahwa tahun ini telah ditetapkan sebagai tahun akreditasi bagi institusi.
- Institusi menargetkan pergerakan nyata dari akreditasi baik sekali menuju akreditasi unggul.
- Guna mendukung pembenahan tata kelola tersebut, Unipa secara aktif menjalin kerja sama pendampingan dengan Universitas Jember.
- Unipa juga baru saja mendapatkan akses gratis ke portal publikasi ilmiah ScienceDirect selama satu tahun atas dorongan kerja sama dengan Universitas Hasanuddin.
Salah satu terobosan penting yang disoroti dalam acara ini adalah pelaksanaan Sekolah Program Studi, sebuah sejarah baru bagi kampus. Dr. Jinni memaparkan bahwa agenda ini secara khusus dipersiapkan bagi 30 program studi terpilih untuk bersiap menghadapi Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (IPT) pada tahun 2027 mendatang. Mengingat Unipa saat ini baru memiliki tiga program studi yang berstatus unggul, institusi memacu target untuk mencetak 15 hingga 18 program studi unggul baru demi memenuhi kriteria kecukupan akreditasi institusi.

Ke depannya, Rektor juga merencanakan agar sertifikat kelulusan dari Sekolah Program Studi ini menjadi syarat wajib atau garansi kelayakan bagi civitas akademika yang hendak menduduki jabatan manajerial, seperti Ketua Program Studi hingga Dekan. Sesi Sekolah Program Studi ini sendiri dihadiri oleh 43 peserta, yang terdiri atas 30 koordinator program studi dan 13 perwakilan gugus penjaminan mutu tingkat fakultas.
Dalam hal pembenahan sumber daya manusia (SDM), Rektor menginstruksikan percepatan atau “cuci gudang” melalui program Pelatihan Pekerti.
- Dr. Jinni menggarisbawahi bahwa kegiatan Pekerti yang diikuti oleh 35 peserta ini difokuskan bagi para dosen yang belum memiliki sertifikasi dosen.
- Langkah penuntasan sertifikasi ini esensial untuk memperbaiki pangkalan data SDM dosen, baik di sistem internal Unipa maupun di PDDIKTI.
- Pelatihan AMI juga dilaksanakan sebagai wadah penyegaran bagi para auditor internal yang telah bertugas selama tiga tahun terakhir, agar proses audit senantiasa berjalan di dalam koridor regulasi penjaminan mutu yang paling baru.

Menurut Prof. Dedi, momentum ini sangat krusial. Mengingat Universitas Papua kini telah menginjak usia 25 tahun, institusi memandang ini sebagai momen terbaik untuk mengerahkan seluruh sumber daya dan kapabilitas yang dimiliki demi merebut predikat unggul. Guna memastikan komitmen penuh dari seluruh unit, Rektor di penghujung sambutannya memberikan instruksi tegas kepada panitia untuk mencatat daftar peserta yang mangkir, yang mana akan berimbas langsung pada penangguhan usulan anggaran (POK) pada unit kerja yang bersangkutan.




