MANOKWARI, PAPUA BARAT. www.unipa.ac.id — Atmosfer semangat pendidikan menyelimuti Aula Utama Universitas Papua (UNIPA) pada Rabu (29/4/2026). Melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), UNIPA resmi membuka gelaran “Semarak Lomba Siswa” dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Acara bergengsi ini dibuka langsung oleh Rektor UNIPA, Prof. Dr. Hugo Warami, dengan mengusung visi besar: “Pendidikan Berdampak untuk Papua Hebat.”
Ketua Panitia, Faisal, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyambut hangat kehadiran ratusan talenta muda. “Selamat datang di Universitas Papua, rumah kita bersama, rumah ilmu untuk kemanusiaan,” sapanya tulus.

Kegiatan ini berhasil menarik perhatian luas dengan total 382 peserta. Antusiasme tersebut tercermin dari beragamnya kategori lomba yang digelar, diantaranya Cerdas Cermat Diikuti oleh 14 sekolah menengah dari berbagai penjuru Papua Barat, Menyanyi Solo Menampilkan perwakilan terbaik dari 12 sekolah tingkat provinsi.
Baca Puisi & Pidato Bahasa Inggris, menembus skala Nasional dengan partisipasi dari 121 sekolah (Puisi) dan 99 sekolah (Pidato) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dari “Golden Ticket” hingga “Super Golden Ticket”
Momentum ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi biasa. Panitia awalnya menyiapkan Golden Ticket bagi para juara 1, 2, dan 3. Tiket istimewa ini memungkinkan mereka masuk ke UNIPA melalui Jalur SESAMA tanpa tes, khusus untuk program studi di lingkungan FKIP.
Namun, suasana menjadi riuh saat Rektor Prof. Dr. Hugo Warami memberikan kejutan luar biasa berupa Super Golden Ticket. Kebijakan ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi bagi siswa yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik.

“Jika panitia menawarkan Golden Ticket untuk FKIP, maka saya (rektor) menawarkan Super Golden Ticket. Siapa pun siswa yang memiliki prestasi—baik di bidang akademik, seni, hingga olahraga seperti futsal atau basket—cukup lampirkan piagam dan sertifikat Anda. Anda bisa diterima di program studi mana pun di UNIPA tanpa tes,” tegas Prof. Hugo di hadapan para peserta.
Rektor menjelaskan bahwa skema ini merupakan bagian dari jalur mandiri prestasi yang memangkas birokrasi ujian masuk formal. Siswa yang memiliki rekam jejak prestasi yang kuat tidak perlu lagi mencemaskan jalur SNMPTN atau UTBK.

“Cukup lampirkan sertifikat, piagam, dan nilai rapor Anda, lalu mintalah surat rekomendasi dari Kepala Sekolah. Kirimkan kepada Rektor, dan Anda akan diterima. Ini adalah bentuk nyata dukungan kami bagi generasi muda yang berdedikasi,” tambahnya.
Bagi peserta yang saat ini masih duduk di kelas XI (kelas 2), Rektor berpesan agar menyimpan baik-baik sertifikat dari kegiatan Hardiknas 2026 ini, karena dokumen tersebut akan menjadi kunci utama mereka untuk masuk ke UNIPA tahun depan.
jadi ko tunggu apa lagi, kalau punya piagam atau sertifikat, gas ke unipa sudah mo, sa jamin ko pasti akan jadi bagian dari rumah “Ilmu Untuk Kemanusiaan“(m/i)


