Universitas Papua Gelar Asesmen Lapangan untuk Tingkatkan Mutu Magister Kehutanan

MANOKWARI – Universitas Papua (UNIPA) menyelenggarakan kegiatan asesmen lapangan untuk Program Studi Magister Kehutanan yang dimulai pada hari Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung hingga 9 Mei 2026 ini merupakan bagian penting dari proses akreditasi untuk menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi, khususnya di bidang kehutanan.

Komitmen Terhadap Kualitas Pendidikan Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Papua, Prof. Dr. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum. Dalam sambutannya, Rektor menekankan bahwa tahun 2026 menjadi momentum percepatan luar biasa bagi berbagai program studi di UNIPA untuk mengejar standar akreditasi menuju peringkat “Unggul”.

Dekan Fakultas Kehutanan, Dr. Elieser. Y.I.V. Sirami, S.Hut., M.Sc., menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim asesor sebagai kesempatan berharga untuk memperoleh evaluasi dan penguatan tata kelola program studi. Ia menegaskan tanggung jawab akademik institusi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mengelola kekayaan biodiversitas di Tanah Papua secara berkelanjutan.

Proses Penilaian Lapangan Tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang hadir terdiri dari:

  • Ir. Ananto Triyogo, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPU. sebagai ketua tim.
  • Prof. Dr. Supratman, S.Hut., MP sebagai anggota tim asesor.
  • Syaiskandar Giffary, S.E., MM sebagai perwakilan staf dari BAN-PT.

Tugas utama tim ini adalah memotret dan menyesuaikan antara dokumen yang telah dilaporkan dengan fakta serta kondisi fisik di lapangan untuk memberikan gambaran kondisi eksisting yang akurat.

Profil dan Kontribusi Program Magister Kehutanan Koordinator Program Studi Magister Kehutanan, Dr. Sucipto Mulyono, M.Si., yang telah memimpin program ini sejak tahun 2017, memaparkan perkembangan signifikan terkait mahasiswa dan lulusan:

  • Hingga saat ini, tercatat sebanyak 76 lulusan telah mengisi data tracer study.
  • Program studi saat ini memiliki total 31 mahasiswa aktif.
  • Sebanyak 99% dari mahasiswa merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berasal dari berbagai daerah di Papua, termasuk Jayapura, Wamena, Biak, Nabire, Nduga, Bintuni, Sorong, Wondama, dan Manokwari.
  • Program studi sedang mempersiapkan rencana untuk menerima mahasiswa internasional di masa mendatang.
  • Pendaftaran untuk mahasiswa baru tahun ini masih dibuka hingga bulan Juli.

Melalui kolaborasi antara civitas akademika, alumni, dan mitra kerja, kegiatan asesmen ini diharapkan memberikan hasil terbaik bagi kemajuan institusi dan pembangunan daerah.