MANOKWARI – Rektor UNIPA Prof. Dr. Hugo Warami secara resmi membuka kegiatan Science Fair 2026, sebuah ajang pameran edukasi hasil kolaborasi antara Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dengan UPA Laboratorium Terpadu UNIPA. Kegiatan yang baru pertama kali diadakan pada tahun 2026 ini bertujuan untuk mendorong minat generasi muda terhadap bidang sains dan teknologi. Rangkaian acara pembukaan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Pdt. Abi Melek , dilanjutkan dengan kekhidmatan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta lagu daerah Papua Pulau Indah.

Antusiasme yang ditunjukkan oleh sekolah-sekolah di sekitar Manokwari sangat luar biasa. Ketua Panitia, Dr. Jackson Victor Morin, S.Si., M.Sc., melaporkan bahwa kegiatan perdana ini dihadiri oleh total 265 siswa beserta guru pendampingnya. Pihak panitia mengundang perwakilan dari 16 SMA yang tersebar di wilayah Manokwari hingga Manokwari Selatan. Beberapa sekolah yang turut hadir memeriahkan acara di antaranya adalah SMA Yapis, SMA Taruna, SMAN 2 Manokwari, SMAN 1 Manokwari, SMA Villanova, SMA YABT, SMA IT, dan SMA Warmare. Bahkan, sekolah dengan jarak terjauh yakni SMA Oransbari pun turut berpartisipasi dengan penuh semangat. Di dalam area pameran, pengunjung dapat mengeksplorasi empat booth utama yang mewakili laboratorium Fisika, Kimia, Biologi, dan Matematika, ditambah satu booth khusus dari Laboratorium Terpadu yang mengoordinasikan seluruh fasilitas lab di UNIPA. Di setiap booth, para peserta disuguhkan dengan berbagai hasil penelitian, inovasi (novelty), serta pemaparan program studi dari masing-masing jurusan.

Misi utama dari penyelenggaraan pameran ini adalah untuk menghapus stigma bahwa sains adalah hal yang menakutkan, sekaligus menarik minat siswa SMA agar kelak mendaftar dan melanjutkan studi di FMIPA UNIPA. Rektor UNIPA, Prof. Dr. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum., dalam sambutannya menekankan bahwa ilmu sains atau STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) merupakan fondasi menuju masa depan yang cerah dan menjanjikan. Untuk mendukung minat tersebut, Laboratorium Terpadu UNIPA membuka pintu selebar-lebarnya bagi siswa SMA yang ingin berkolaborasi dalam penelitian secara gratis, termasuk menggratiskan biaya konsultasi dan analisis instrumen. Lebih istimewa lagi, Rektor UNIPA memberikan garansi berupa kuota khusus bagi siswa peserta Science Fair yang bersungguh-sungguh ingin masuk ke FMIPA. Para siswa kelak dapat memanfaatkan jalur pendaftaran SESAMA, yang memungkinkan pihak sekolah mendaftarkan siswanya bermodalkan rapor lima semester tanpa memerlukan NIK.

Perhatian UNIPA dalam acara ini tidak hanya tertuju pada para siswa, melainkan juga kepada tenaga pendidik. Universitas memberikan peluang yang luas bagi bapak dan ibu guru pendamping untuk meningkatkan kapasitas akademik mereka. Kampus membuka ruang akses untuk program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Pendidikan Profesi Guru (PPG), hingga kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) maupun doktor (S3), seperti pada program studi S2 Biologi dan S2 Lingkungan.
Melihat kesuksesan yang melampaui ekspektasi pada tahun ini, Rektor dan Ketua Panitia telah memproyeksikan penyelenggaraan Science Fair 2027 yang jauh lebih masif. Acara pada tahun mendatang ditargetkan mampu mengundang sekolah-sekolah dari skala yang lebih luas hingga melintasi batas provinsi, seperti mengundang peserta dari Bintuni. Pameran juga direncanakan akan dipindah ke Gedung Aula Utama agar dapat menampung kapasitas pengunjung yang lebih besar, serta menampilkan lebih banyak lagi peralatan instrumen canggih dan hasil riset yang belum dioptimalkan pada tahun ini.




