Manokwari-unipa.ac.id, (3/4) Universitas Papua melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni mengadakan lomba National University Debating Championship (NUDC). Melalui lomba ini, peserta memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuan mereka dalam menyusun argumen yang kuat, merumuskan strategi debat, dan memberikan penjelasan yang meyakinkan. Selain itu, lomba ini juga mendorong peserta untuk memperdalam pemahaman mereka tentang isu-isu terkini, kebijakan publik, politik, dan berbagai topik lainnya yang menjadi subjek debat. pada lomba tersebut Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Papua (Fasbud-Unipa) berhasil keluar sebagai pemenang pertama tingkat provinsi Papua Barat.

Kegiatan yang dilaksakanaka pada hari Selasa (2/4) bertempat di Auditorium Unipa di ikuti oleh sepuluh tim dari berbagai perguruan Tinggi di Papua Barat. Awal debat semua peserta bersaing dengan ketat untuk menunjukkan kemampuan mereka. para mahasiswa fasih dalam berbasa juga kristis dalam berpikir dan berargumen namun akhirnya sisakan empat tim yang berhasil masuk babak final, ke empat tim adalah Fakultas Kedokteran, Fakultas MIPA, Fakultas Sastra dan FKIP.Topik yang diperdebatkan pada sesi final adalah this house regrets the rise of citizen jornalism.

Melalui perdebatan yang cukup sengit antar peserta memberikan pemikiran yang kritis, retorika, argumentasi dan logika yang di padukan dalam komunikasi yang efektif antar peserta membuat suasana ruangan auditorium unipa makin riu oleh tepuk tangan meriah dari penonton dan pendukung mereka masing-masing. Hasil akhir adalah tim dari Fakultas sastra dan Budaya, keluar sebagai juara pertama, urutan kedua di tempati oleh tim dari fakultas Kedokteranm sedangkan juara ke tinga dan empat masing-masing diraih oleh tim dari F-MIPA dan FKIP.

Marlon Arthur Huwae, S.S., M.EMD., M.Res., Ph.D, Salah satu tim juri memberikan pendapatnya tentang audisi ini “Saya pikir kegiatan ini sangat penting sekali, bukan saja soft skill tapi juga kemampuan mahasiswa untuk berdebat untuk memberikan argumentasinya, tentang bagaimana memahami informasi yang ada tapi juga mampu mempertahankan argumentasinya atas fakta-fakta yang didapati. saya berharap mahasiswa yang menjadi best spiker bisa tembus sampai ditingkat nasional membawa nama baik Unipa”.

Sementara itu dua orang yang manjadi best spiker yaitu Grace A. Asmuruf dari fakultas Kedokteran dan Dodanu I.H. Mofu dari Fakultas sastra menyampaikan pendapat dan harapan mereka. “Perdebatan yang diselenggaran pada hari ini sangat menantang dan banyak sekali teman-teman yang berpotensi yang skillnya bagus sekali, saya berharap setelah lolos dari tingkat provinsi saya bisa kembangkan lagi skill debat saya, skill beradu argumen untuk bagaimana bisa menjadi lebih persuasif untuk mendapatkan hasil yang terbaik, saya berharap kepada teman-teman di lain diluar sana untuk bisa ikut dan menunjukkan skill mereka yang masih terpendam” kata Dodanu Mofu, hal senada juga di ungkapkan oleh Grace “Senang sekali dapat kesempatan untuk ikut audisi ini dan puji Tuhan bisa dapat hasil yang baik dan mendapat kesempatan untuk mewakili Unipa ke tingkat regional, saya berharap ke depan lebih banyak lagi mahasiswa yang terlibat dalam debat seperti ini untuk menunjukkan kemampuan mereka”

Melalui lomba ini, peserta memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuan mereka dalam menyusun argumen yang kuat, merumuskan strategi debat, dan memberikan penjelasan yang meyakinkan. Selain itu, lomba ini juga mendorong peserta untuk memperdalam pemahaman mereka tentang isu-isu terkini, kebijakan publik, politik, dan berbagai topik lainnya yang menjadi subjek debat.
Selamat kepada Fakultas Sastra atas kemenangan mereka dalam lomba National University Debating Championship tingkat Provinsi Papua Barat! Pencapaian ini menjadi bukti keunggulan tim Fakultas Sastra dalam debat dan kemampuan mereka untuk mengatasi tantangan persaingan yang kuat. “ Ilmu Untuk Kemanusiaan”. m/i)



