Manokwari–Papua Barat. www.unipa.ac.id Persoalan pencemaran nama baik yang melibatkan akademisi Dr. Petrus Dimara, S.Hut, M.Sc yang di duga dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Papua (Unipa) yang terjadi beberapa waktu lalu telah diselesaikan pada hari senin (5/5). Kedua belah pihak berdamai di Polda Papua Barat melalui mediasi yang dilakukan oleh Polda Papua Barat dab Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unipa, Dr. Simson Werimon, SE, M.Si.

Setelah berdamai dan menandatangani surat pernyataan perdamaian di Polda, semua pihak ( pihak BEM, Asrama Metroxylon dan Dr. Petrus Dimara) mendatangi kampus kemudian melepaskan palang pintu Sekretariat BEM/MPM Unipa secara bersama-sama yang disaksikan langsung oleh Wakil Rektor III. Setelah melepas palang Sekretaritat BEM/MPM, mereka beranjak ke Fakultas Kehutanan. Di sana, mereka menyampaikan permohonan maaf kepada Dekan Fakultas Kehutanan atas kekisruhan yang terjadi.
Jabatan tangan yang tulus dan pelukan hangat di antara mereka menandakan keinginan untuk menjaga persaudaraan di antara sivitas akademika. Momen ini menjadi simbol komitmen bersama untuk memperbaiki hubungan dan menciptakan lingkungan kampus yang lebih harmonis.

Dalam upaya perdamaian ini, semua pihak sepakat untuk tidak lagi mengungkit persoalan yang lalu. Mereka berkomitmen untuk bersatu menjaga dan merawat persatuan di kampus Unipa dengan semangat “Ilmu untuk Kemanusiaan.”

Dr. Simson Werimon menekankan pentingnya menjaga hubungan baik di antara sivitas akademika. “Kita harus fokus pada masa depan dan menciptakan lingkungan yang harmonis bagi semua,” ungkapnya.

Dr. Petrus Dimara mengapresiasi proses mediasi yang berlangsung dengan baik dan berharap agar kejadian serupa tidak terulang. Ketua BEM Unipa juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kerjasama yang baik demi kepentingan seluruh mahasiswa.

Penyelesaian ini menunjukkan bahwa dengan dialog dan pendekatan kekeluargaan, konflik dapat diatasi dengan baik, serta memperkuat komitmen semua pihak untuk membangun Unipa yang lebih baik dan berintegritas. ”Ilmu Untuk Kemanusiaan” (m/i)



