Penerimaan Mahasiswa Baru UNIPA 2026: Prof. Jonni Marwa Targetkan Kuota Nasional Tembus 3.000, Tren Jalur Prestasi Meningkat

MANOKWARI — Universitas Papua (UNIPA) kembali membuka pintu bagi ribuan calon mahasiswa baru pada tahun ajaran ini. Prof. Dr. Jonni Marwa, S.Hut., M.Si., IPU., mengungkapkan bahwa secara keseluruhan, kuota nasional yang dialokasikan untuk UNIPA mencapai 3.000 kursi. Penerimaan ini akan disaring melalui tiga jalur utama, yakni Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Tulis (SNBT), serta jalur Mandiri atau Lokal.

Prof. Jonni Marwa mencatat adanya tren positif pada jalur prestasi tahun ini. Berdasarkan penetapan yang dilakukan, jumlah pendaftar yang masuk dalam Pilihan 1 UNIPA di jalur SNBP mengalami peningkatan, naik dari 318 orang pada tahun sebelumnya menjadi 387 calon mahasiswa. Saat ini, pihak universitas masih menunggu proses sinkronisasi data pada tanggal 7 Maret mendatang untuk menetapkan peserta yang masuk pada Pilihan 2 jalur prestasi.

Secara demografi peminat, kuota saat ini masih didominasi oleh kelompok fakultas unggulan. Pendaftar terbanyak terpusat pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Fakultas Teknik, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). “Ini sebenarnya adalah empat fakultas yang rata-rata setiap tahun dari sisi seleksi nasional berbasis prestasi ini dan juga berbasis tes tertulis itu, memiliki kuota yang cukup banyak atau peminatnya terus bertambah dari waktu ke waktu,” jelas Prof. Jonni Marwa.

Persiapan UTBK di Manokwari dan Sorong

Setelah jalur prestasi rampung, UNIPA akan langsung bersiap menggelar Seleksi Nasional Berbasis Tulis. Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) ini akan dipusatkan di dua kota, yakni Manokwari (Ibu Kota Papua Barat) dan Sorong (Ibu Kota Papua Barat Daya). Calon mahasiswa dari beberapa kabupaten sekitar seperti Kaimana, Fakfak, dan Teluk Bintuni nantinya akan diarahkan untuk bergabung mengikuti tes di wilayah Manokwari ataupun Sorong.

Ujian ini dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih tujuh hari, mulai dari 21 April hingga 30 April mendatang, menggunakan sistem berbasis tertulis komputer. Guna memastikan kelancaran seluruh proses ini, panitia pelaksana ujian tingkat universitas telah disiapkan.

Lebih lanjut, Prof. Jonni Marwa menargetkan pemenuhan kuota nasional berada di angka 3.000-an mahasiswa. Meski demikian, UNIPA optimis jumlah keseluruhan mahasiswa baru akan lebih besar melalui tambahan dari kelas kerja sama dan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Pada tahun lalu, dengan menggabungkan program profesi dan Pendidikan Profesi Guru (PPG), capaian penerimaan berhasil menembus angka 4.000 mahasiswa. Prof. Jonni Marwa menegaskan bahwa target UNIPA tahun ini minimal sama atau bahkan mampu melampaui rekor target tahun 2025 lalu.