Pelepasan 27 Calon Wisudawan FKIP UNIPA: Guru di Papua Adalah Ujung Tombak Peradaban

Manokwari, – Universitas Papua (UNIPA) menggelar acara pelepasan bagi 27 calon wisudawan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Acara pelepasan yang berlangsung penuh kebanggaan ini dihadiri langsung oleh Rektor UNIPA, jajaran sivitas akademika, serta para orang tua mahasiswa.

Dekan FKIP UNIPA dalam sambutannya menekankan bahwa jumlah 27 lulusan ini diyakini bukanlah jumlah yang banyak jika dibandingkan dengan fakultas lain. Meski begitu, ia menegaskan bahwa kualitas kelulusan tidak diukur dari nominal yang banyak, melainkan dari kedalaman dampak yang akan diberikan oleh para lulusan ke depannya. Para lulusan ini ditempa bukan sekadar untuk menjadi guru demi mencari nafkah, melainkan untuk menjadi pendidik yang memanusiakan manusia.

Lebih lanjut, Dekan mengingatkan bahwa menjadi guru di tanah Papua memiliki medan pengabdian yang unik dan menantang. Para calon pendidik ini diminta untuk bersiap menghadapi realitas jika kelak ditugaskan di daerah pedalaman yang sulit, di mana fasilitas seperti internet dan aliran listrik mungkin tidak tersedia. Dalam situasi tersebut, profesi guru merupakan sarana untuk berbakti dan membangun peradaban bangsa. Ia juga menitipkan pesan agar para lulusan ini kelak membawa perubahan bagi tanah Papua dengan cara-cara yang damai, cerdas, dan bermanfaat.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UNIPA turut memberikan apresiasi kepada pimpinan FKIP yang telah berhasil mengawal 27 mahasiswa tersebut hingga mencapai tahap kelulusan. Rektor sempat menyinggung dinamika dan tantangan profesi pendidik saat ini, termasuk adanya berita mengenai kekerasan terhadap guru di lapangan. Namun, ia berpesan agar hal tersebut tidak mengganggu motivasi mereka sebagai orang-orang terpilih yang memilih jalan sebagai pendidik.

Rektor juga memaparkan bahwa setelah resmi dilepas, para wisudawan ini akan tergabung ke dalam jaringan besar yang terdiri dari lebih dari 15.000 alumni UNIPA. Pihak kampus ke depannya akan melakukan penelusuran (tracer study) guna memantau serapan kerja dan profesi para alumni di masyarakat. Di luar itu, Rektor menegaskan bahwa kampus akan menjadikan tahun ini sebagai tahun akreditasi guna terus meningkatkan kualitas mutu institusi.

Momen pelepasan ini juga menjadi haru ketika perwakilan orang tua mahasiswa menyampaikan rasa syukurnya. Mereka mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para dosen yang telah luar biasa mendidik anak-anak mereka di tengah proses pendidikan yang terbilang panjang. Perwakilan orang tua juga menitipkan pesan kepada para lulusan agar tidak berhenti belajar sampai di titik ini dan terus gigih mengejar cita-cita.