Manokwari, Papua Barat www.unipa.ac.id — Universitas Papua (UNIPA) bersama Pusat Kajian Kepemudaan (PUSKAMUDA) menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat pada Rabu, (/4) di kampus UNIPA dihadiri perwakilan dari kedua belah pihak

Kerjasama ini dilandasi pandangan UNIPA bahwa PUSKAMUDA merupakan mitra strategis untuk menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui kolaborasi ini, PUSKAMUDA diharapkan dapat melakukan pemberdayaan, pengkajian, dan pengembangan potensi mahasiswa UNIPA sesuai minat dan bakat mereka. Sebaliknya, PUSKAMUDA memandang UNIPA sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi utama di Tanah Papua—bukan sekadar penyelenggara pendidikan, tetapi juga pusat produksi pengetahuan, pengembangan kepemimpinan pemuda, dan jejaring kolaboratif pembangunan.
Diharapkan, kolaborasi ini akan menyatukan dimensi kebijakan, akademik, dan penguatan kapasitas kepemudaan dalam rangkaian kegiatan yang terpadu. Menurut Dr. Rissalwan Habdy Lubis, inisiatif kerjasama ini berangkat dari pemahaman bahwa pengembangan kepemudaan di Provinsi Papua Barat tidak cukup hanya melalui wacana dan kebijakan; diperlukan pula proses pembelajaran aplikatif yang memperkuat kapasitas generasi muda sebagai aktor pembangunan.

Rektor UNIPA, Prof. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum., usai penandatanganan MoU, menyatakan bahwa UNIPA berupaya menghidupkan Manokwari melalui berbagai kegiatan, termasuk bidang olahraga. “Sistem sedang dibangun; kami membutuhkan kolaborasi antara UNIPA dan PUSKAMUDA untuk menjawab animo generasi muda dalam pembinaan prestasi, baik di bidang olahraga maupun bidang lainnya,” ujarnya. UNIPA memiliki Sport Center yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan prestasi mahasiswa dan pemuda di Papua Barat. Menurut Rektor, generasi Z saat ini haus akan kegiatan positif—hal ini terlihat dari respons dan dukungan positif terhadap sejumlah kegiatan yang digelar tahun lalu.
Di bidang pendidikan, UNIPA juga memiliki Pusat Studi Pengkajian Inovasi Pendidikan yang menangani berbagai program, antara lain SSH (Sekolah Sepanjang Hari) sekolah model yang telah berjalan di beberapa kabupaten. UNIPA tengah menginisiasi pembukaan Sekolah Sepak Bola (SSB) dan “sekolah kebun” untuk mengakomodasi anak-anak usia sekolah yang sering ikut orang tua ke kebun—inovasi ini kami sebut “sekolah atap langit”. UNIPA juga sedang mengkaji revitalisasi sekolah adat agar tradisi pendidikan lokal dapat hidup kembali. Kehadiran PUSKAMUDA dinilai Rektor akan menjadi mitra penting bagi UNIPA dalam mengembangkan prestasi pemuda, baik di bidang olahraga maupun pendidikan di Tanah Papua. (m/i)
“Ilmu untuk Kemanusiaan”



