MANOKWARI-PAPUA BARAT. www.unipa.ac.id –Pemerintah Provinsi Papua Barat menyoroti urgensi penyelarasan kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri, serta pentingnya hilirisasi potensi lokal. Hal ini diartikulasikan oleh Wakil Gubernur Papua Barat, Muhammad Lakotani, S.H., M.Si., saat menjadi narasumber utama dalam Lokakarya Pengembangan Kurikulum Outcome Based Education (OBE) di Universitas Papua (UNIPA) pada hari Rabu 8 April 2026.
Wakil Gubernur menegaskan bahwa transformasi kurikulum pendidikan tinggi adalah instrumen krusial untuk menjawab tingginya ekspektasi pemerintah terhadap lulusan universitas dalam mempercepat pembangunan daerah.
Dalam pemaparannya, terdapat tiga isu strategis yang menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi Papua Barat ke depan:

- Mengatasi Kesenjangan Kompetensi (Skills Mismatch): Tingkat partisipasi angkatan kerja lulusan perguruan tinggi yang tinggi saat ini belum diiringi dengan serapan kerja formal yang optimal. Kehadiran industri ekstraktif besar seperti BP Tangguh di Bintuni menjadi bukti nyata bahwa lulusan pendidikan umum masih membutuhkan peningkatan kapasitas tambahan agar spesifikasi teknisnya sesuai dengan kebutuhan ekosistem industri.
- Akselerasi Kewirausahaan dan Hilirisasi Potensi Daerah: Untuk memitigasi terbatasnya lapangan kerja formal, UNIPA didorong untuk mencetak lulusan dengan karakter kewirausahaan yang kuat. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahun ke depan akan difokuskan pada hilirisasi (value added) sumber daya lokal, agar tidak lagi diekspor dalam bentuk mentah. Sektor unggulan tersebut meliputi kelautan (Kaimana, Fakfak, Teluk Wondama), pariwisata ekologis (Pegunungan Arfak, Teluk Triton), dan agrikultur (sagu, kopi, kakao).
- Urgensi Mitigasi Degradasi Lingkungan: Sebagai akademisi Doktoral Ilmu Lingkungan UNIPA, Wakil Gubernur juga menyoroti bencana banjir di kawasan Wosi sebagai indikator nyata degradasi lingkungan akibat alih fungsi lahan dan buruknya manajemen tata air (DAS). Akademisi kampus dituntut untuk menginisiasi intervensi kolektif dan edukasi masyarakat mengenai manajemen limbah dan pelestarian ekosistem.
Sinergitas Lintas Sektoral (Pentahelix) Menutup paparannya, Wakil Gubernur menegaskan komitmen Pemprov Papua Barat dalam mendukung pengembangan UNIPA. Intervensi kebijakan afirmasi telah disiapkan, mulai dari penyediaan beasiswa, pembangunan infrastruktur, hingga fasilitasi riset terapan dan program magang.

“Sinergitas strategis antara otoritas pemerintahan dan institusi pendidikan tinggi adalah prasyarat mutlak dalam mencetak modal manusia (human capital) yang unggul dan berdaya saing global,” pungkasnya. (m/i)
”Ilmu untuk Kemanusiaan”



