MENUJU KAMPUS BERDAMPAK, UNIPA RAMPUNGKAN PENYUSUNAN KURIKULUM OBE 2026

Manokwari, Papua Barat. www.unipa.ac.id  — Universitas Papua (UNIPA) secara resmi menyelesaikan Loka Karya Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) Berdampak. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut ditutup pada Kamis (9/4/2026) dan menghasilkan sejumlah resolusi strategis yang dirancang untuk memperkuat pembenahan struktur akademik. Pembenahan ini ditargetkan mulai diimplementasikan pada proses penerimaan mahasiswa baru tahun 2026.

Loka karya ini menghadirkan dua pakar kurikulum dari Universitas Jember (UNEJ), yaitu Prof. Dr. Ir. Khairul Anam, Ph.D. serta Prof. Dr. Iis Nur Asyiah, S.P., M.P. Keduanya melakukan telaah mendalam terhadap rancangan kurikulum dari puluhan program studi di lingkungan UNIPA, dengan penekanan pada keterukuran capaian pembelajaran dan kesiapan perangkat pembelajaran yang selaras.

Dalam pemaparan, Prof. Khairul Anam menyoroti kebutuhan penyesuaian Profil Lulusan agar selaras dengan level Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Menurutnya, program studi jenjang strata satu (S1) perlu merumuskan profil lulusan secara lebih realistis dan proporsional. Sebagai contoh, profil lulusan tidak seharusnya menetapkan target langsung pada predikat seperti “Peneliti” atau “Tenaga Ahli” yang pada konteks regulasi umumnya mensyaratkan kualifikasi pada jenjang jenjang yang lebih tinggi, khususnya S2.

Selain itu, Prof. Anam menekankan pentingnya alignment (keselarasan) yang menyeluruh dalam kerangka OBE. Keselarasan yang dimaksud mencakup keterhubungan antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Rencana Pembelajaran Semester (RPS), metode pengajaran, hingga rubrik asesmen. Ia menegaskan bahwa OBE tidak berhenti pada perencanaan dokumen, melainkan harus diterjemahkan secara nyata pada proses pembelajaran dan penilaian. “Dalam konsep OBE, tidak hanya perencanaannya saja yang berbasis luaran, tetapi pelaksanaan dan asesmennya juga harus selaras,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Iis Nur Asyiah memberikan penguatan terkait implementasi program “Kampus Berdampak” sebagai kelanjutan dari semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Ia menjelaskan bahwa pengalaman pembelajaran di luar kampus dapat dipetakan melalui empat kriteria utama, yaitu magang, pertukaran pelajar, penelitian, serta program mahasiswa berdampak. UNIPA sendiri menetapkan target capaian 25 persen pada Indikator Kinerja Utama (IKU) 3 untuk tahun ini.

Lebih lanjut, Prof. Iis menegaskan bahwa integrasi Sustainable Development Goals (SDGs) perlu ditempatkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kurikulum. Integrasi SDGs tersebut diperlukan untuk mendukung pemenuhan target IKU 7. Proses pengintegrasian dapat dilakukan melalui penyisipan muatan SDGs secara tersurat pada CPL universitas maupun materi mata kuliah. UNIPA menekankan fokus khusus pada SDGs ke-14 (Ekosistem Laut) dan ke-15 (Ekosistem Darat), yang sekaligus selaras dengan karakter dan keunggulan yang dimiliki UNIPA.

Dengan keluaran loka karya ini, UNIPA menegaskan komitmennya untuk memperkuat kualitas tata kelola kurikulum berbasis luaran, sekaligus memastikan bahwa implementasi OBE berjalan terukur, konsisten, dan berdampak nyata bagi pembelajaran mahasiswa.(m/i)

”Ilmu Untuk Kemanusiaan”