MANOKWARI, 7 Mei 2026 – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat berkolaborasi dengan Universitas Papua (UNIPA) dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Papua Barat resmi menyelenggarakan Kick Off Program Pendidikan Kebanksentralan (PPK) dan Pekan Perekonomian Daerah Papua Barat (Papedanomics) 2026. Acara pembukaan ini berlangsung meriah di Universitas Papua dan dihadiri oleh jajaran pimpinan BI, rektorat, serta ratusan mahasiswa aktif di UNIPA.
Acara ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BI Provinsi Papua Barat dan UNIPA. Momen peresmian dilakukan secara simbolis melalui penabuhan tifa secara serentak oleh Rektor UNIPA dan Deputi Kepala Perwakilan BI Papua Barat, yang melambangkan dimulainya rangkaian kegiatan kolaboratif tersebut.

Sinergi Cetak SDM Unggul Melalui Beasiswa GenBI

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua Barat, Arif Rahadian, menyampaikan bahwa Program Pendidikan Kebanksentralan ini merupakan wujud kontribusi nyata dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Papua.
- Program nasional BI ini diperuntukkan bagi mahasiswa jenjang vokasi (D3/D4) hingga sarjana (S1).
- Program ini bertujuan melakukan pembinaan kepada komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) agar mampu berkontribusi mendorong perekonomian nasional yang kuat dan inklusif.
- Kerja sama dengan UNIPA juga selaras dengan Tridharma Perguruan Tinggi, yang mencakup peningkatan literasi kebanksentralan dan pemberian bantuan pendidikan.
Rektor UNIPA, Prof. Dr. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum., menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, beasiswa dari Bank Indonesia sangat krusial di tengah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Manokwari yang saat ini berada pada angka 72.

“Karena ada beasiswa Bank Indonesia, angka putus sekolah dapat ditekan dan lama belajar atau studi mahasiswa menjadi dipercepat karena adanya stimulan ini,” ungkap Prof. Hugo. Pada program kali ini, diperkirakan akan ada sekitar 50 orang mahasiswa yang menerima beasiswa.
Papedanomics 2026: Dorong Hilirisasi dan Diversifikasi Ekonomi
Selain program pendidikan, acara ini juga membuka rangkaian Papedanomics yang keempat. Arif Rahadian menyoroti kondisi ekonomi Papua Barat pada triwulan pertama tahun 2026 yang tumbuh sebesar 4,64%. Angka ini masih berada di bawah capaian nasional yang telah mencapai 5,61%.
- Struktur ekonomi Papua Barat saat ini masih sangat bertumpu pada sektor ekstraktif, khususnya industri pengolahan gas alam cair (LNG) dan pertambangan.
- Kebergantungan ini membuat perekonomian daerah rentan terhadap dinamika produksi dan harga komoditas.
- BI mendorong penguatan diversifikasi dan pengembangan sektor potensial seperti pertanian, perikanan, serta UMKM agar Papua Barat tidak hanya mengandalkan sumber daya alam mentah.
Oleh karena itu, Papedanomics 2026 mengangkat tema utama “Hilirisasi sebagai Akselerator Transformasi Perekonomian Papua serta Penopang Stabilitas Inflasi Daerah”.
Rangkaian Papedanomics tahun ini mencakup berbagai kegiatan strategis:
- Lomba Karya Tulis Rekomendatif (LKTR), yang merupakan kompetisi karya ilmiah unggulan untuk merumuskan kebijakan.
- Bincang Kampus dan Edukasi Literasi Ekonomi dan Keuangan Inklusif (ELEKI).
- Seminar Nasional yang akan mempertemukan pemangku kepentingan dari pusat hingga daerah.
Khusus untuk LKTR, kompetisi dibagi menjadi tiga kategori: Kategori Umum, Kategori Mahasiswa Umum (Luar Papua), dan Kategori Mahasiswa Papua. Pemisahan ini dilakukan agar mahasiswa yang lahir dan besar di Papua dapat menggali ide berdasarkan tantangan yang mereka saksikan sehari-hari.

Menutup sambutannya, Prof. Hugo Warami mendorong para mahasiswanya untuk menghasilkan tulisan akademik yang kritis dan sejalan dengan Pola Ilmiah Pokok UNIPA, yakni Pertanian, Konservasi, dan Budaya. Ia berharap ide-ide inovatif yang lahir dari Papedanomics dapat menyasar pemecahan masalah ekonomi di sektor pertanian dan wilayah konservasi di Tanah Papua.
Acara ini diakhiri dengan pertukaran cenderamata, di mana UNIPA menyerahkan kenang-kenangan berlogo universitas yang menggabungkan simbol endemik Papua: Anggrek Kribo dan Kupu-kupu Sayap Burung, sebagai representasi harapan agar Bank Indonesia turut menjaga kelestarian bumi Papua



