MANOKWARI, PAPUA BARAT. www.unipa.ac.id — Dalam upaya memperkuat posisi geopolitik Indonesia di kawasan Pasifik Timur, Universitas Papua (UNIPA) dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menggelar pertemuan bilateral strategis pada Selasa, 19 Mei 2026. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rektor Lantai 4 UNIPA ini berfokus pada eksplorasi kerja sama multidimensi di bidang maritim dan pesisir Asia-Pasifik.

Secara institusional, pertemuan ini merepresentasikan konvergensi antara kebijakan luar negeri (diplomasi publik) dan peran akademis (sains terapan) dalam merespons dinamika kawasan yang kian krusial.
Pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kedua belah pihak. UNIPA diwakili oleh Prof. Jonni Maerwa, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Yusuf W. Sawaki, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, serta didampingi oleh jajaran fungsionaris Pusat Studi Sumber Daya Perairan Pasifik (Pusdi PSP) Unipa Dr. Yuanike Kaber, dan sekretarisnya.

Sementara itu, delegasi Kemlu RI dipimpin langsung oleh Vahd Nabyl A. Musachela Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan Afrika (BKSK) serta Direktur Pasifik dan Oseania, Virdiana Ririen Hapsari, beserta jajaran staf diplomatik.
Ketua Pusdi PSP UNIPA, Ibu Yuanike Kaber, menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus momentum politik-akademis yang bernilai strategis bagi institusi.

Dari perspektif manajerial universitas, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, Prof. Jonni Marwa, yang bertindak mewakili Rektor UNIPA, mengonfirmasi bahwa penjajakan ini merupakan langkah konkret menuju penandatanganan kesepakatan formal dengan salah satu Direktorat Jenderal atau Direktorat di Kemlu RI.
Sebagai pemantik awal kerja sama (kick-off), sebuah Kuliah Umum telah sukses diselenggarakan pada pagi harinya, menarik antusiasme tinggi dari civitas akademika—sebuah sinyal positif bagi penguatan internalisasi isu-isu Pasifik di lingkungan kampus.
“Diskusi sore ini berfokus pada integrasi substansi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berbasis pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Di tengah upaya UNIPA mendorong 64 program studinya menuju akreditasi unggul dan internasional, kolaborasi ini adalah katalisator penting. Terlebih, dalam setahun terakhir UNIPA telah mengamankan lebih dari 100 kemitraan domestik dan global,” jelas Prof. Jonni Marwa. (m/i).
”Ilmu Untuk Kemanusiaan”



